Pesta demokrasi DKI Jakarta yang akan berlangsung pada bulan Agustus mendatang dipastikan tidak seru. Hal ini dikarenakan hanya akan ada dua pasangan yang bersaing, yaitu pasangan Fauzi Bowo-Prijanto yang mendapat dukungan dari 20 partai melawan pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar yang hanya didukung oleh satu partai, PKS. Benar-benar membosankan! Padahal ada beberapa nama lain yang kualitasnya tidak perlu diragukan seperti Sarwono Kusumaatmadja, Faisal Basri, dan Agum Gumelar. Sayangnya mereka tidak bisa ikut bersaing di laga Pilkada lantaran tidak mendapat dukungan dari partai politik yang menjadi syarat mutlak untuk menjadi kandidat calon gubernur dan wakil gubernur.
UU 32/2004 tentang Pemda tidak memberikan kesempatan bagi para calon independen untuk mengikuti pemilihan umum daerah, sesuatu hal yang sangat tidak adil di dalam iklim demokrasi di negeri ini. Mengapa calon pemimpin daerah harus mendapat dukungan dari partai politik sementara kita semua tahu bahwa partai-partai politik di Indonesia pada mata duitan? Apa salahnya apabila seorang pemimpin daerah tidak mendapat dukungan partai politik tapi mendapat dukungan langsung dari masyarakat lokal?
Banyak pengamat politik yang memperkirakan bahwa tingkat pemilih golput akan sangat tinggi karena mereka merasa kecewa dengan situasi yang ada. Bagaimana kalau Anda, mau ikutan golput?




15 Comments
June 8, 2007 at 1:25 pm
mungkin golput kali nih….
skeptisssssssssss
June 8, 2007 at 11:19 pm
Memang sangat disayangkan Pilkada di Jakarta tidak bisa seperti Pilkada di Aceh yang memiliki banyak calon independen. Masalahnya memang UU belum ada, jadi mau gimana lagi? Sayang, masyarakat Jakarta akan “dipaksa” memilih Fauzi Bowo padahal Ia hanya pemimpin yang biasa-biasa saja.
June 8, 2007 at 11:20 pm
Setuju, mari kita golput! Males banget cuma ada dua pasangan, plis dech
June 9, 2007 at 10:24 pm
tiap-warga negara memiliki hak yang sama untuk memilih & dipilih dalam pemerintahan.
Sudah selayaknya wakil independen berhak untuk maju..
demokrasi telah DIKEKANG!!!!
June 11, 2007 at 7:32 am
Pilkada kampret. Males banget cuma dua pasangan.
June 12, 2007 at 4:47 am
Gue mah golput ajee, mendingan tidur.
June 12, 2007 at 4:47 am
Setuju! mari kita golput.
June 12, 2007 at 4:49 am
Gue liat di Detik, Faisal Basri menuduh Golkar ada di balik semua ini guna menyukseskan pemilu 2009. Golkar sudah pasti marah besar dan mengajukan tuntutan kepada Faisal Basri untuk membuktikan tuduhannya itu, sapa yang bener yach?
June 12, 2007 at 4:50 am
Gue yakin ini emang salahnya Golkar, mereka kan sudah terkenal sbg parpol yang curang dan menghalalkan segala cara demi memperoleh kekuasaan.
June 12, 2007 at 4:51 am
Jakarta makin kacau! Udah mari kita golput
June 12, 2007 at 5:06 pm
Weits jangan Golput dong…!!!Satu hal yang harus teman-teman ingat bahwa setiap suara yang kita gunakan dalam pemilu nanti adalah perjuangan kita bagi fakir miskin, anak-anak terlantar, dan kewibawaan masyarakat. Jangan gara-gara kecewa karena hanya 2 calon yang muncul kita jadi Golput, Pokoknya selamatkan Jakarta dan Indonesia dengan memilih satu dari 2 calon yang ada dan ingat mekanisme memilih calon pemimpin.
15% karena iqnya
50% karena iq dan eqnya
90% karena iq, eq, dan sqnya (karakter)
100% karena karakter dan kepribadiannya
Sukses Jakarta, Sukses Indonesia!!!
June 18, 2007 at 10:37 am
jangan percaya sama orang yang sedang mabuk, jatuh cinta dan kampanye (quotation)
termasuk sekarang….
June 28, 2007 at 1:21 pm
btw klo pilih gubernur ada tulisan yg bs dijadikan referensi:
http://www.akangaziz.com/content/view/109/1/
sekedar info…
July 7, 2007 at 1:53 pm
Pilkada yg paling tidak demokratis.nyebelin…..sudah keliatan pemenangnya.terlalu byk kecurangan.golput yes…….
August 7, 2007 at 2:21 pm
besok the d-day
hmm….milih siapa yaa