<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Indonesia dan Globalisasi</title>
	<atom:link href="http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/11/138/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/11/138/</link>
	<description>Bukan Sekedar Advokasi, Kami Berkontribusi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Mar 2010 05:02:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: limpo50</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/11/138/#comment-2444</link>
		<dc:creator>limpo50</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 14:47:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/11/138/#comment-2444</guid>
		<description>Biarlah penduduk itu banyak, asal kualitasnya baik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Biarlah penduduk itu banyak, asal kualitasnya baik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ian</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/11/138/#comment-676</link>
		<dc:creator>ian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 10:37:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/11/138/#comment-676</guid>
		<description>Merubah dari bawah ada banyak cara. Yang berat adalah konsistensinya. Semoga breakthru dengan program kita terbaru &quot;Berburu&quot; bisa memberi sepercik kesegaran yang berbeda di tengah kebosanan kita tiap harinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Merubah dari bawah ada banyak cara. Yang berat adalah konsistensinya. Semoga breakthru dengan program kita terbaru &#8220;Berburu&#8221; bisa memberi sepercik kesegaran yang berbeda di tengah kebosanan kita tiap harinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: guebukanmonyet</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/11/138/#comment-668</link>
		<dc:creator>guebukanmonyet</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 04:09:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/11/138/#comment-668</guid>
		<description>Enggak juga sich, kalo bisa dapetin lebih banyak dalam rupiah apa salahnya? hehe.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Enggak juga sich, kalo bisa dapetin lebih banyak dalam rupiah apa salahnya? hehe.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yonna</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/11/138/#comment-665</link>
		<dc:creator>yonna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 03:57:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/11/138/#comment-665</guid>
		<description>kita udah siap menghadapi globalisasi, siap-siapin duit buat shopping maksutnya :mrgreen:

@GBM
selama digaji USD enak-enak aja jadi babu kali ye hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita udah siap menghadapi globalisasi, siap-siapin duit buat shopping maksutnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@GBM<br />
selama digaji USD enak-enak aja jadi babu kali ye hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: guebukanmonyet</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/11/138/#comment-557</link>
		<dc:creator>guebukanmonyet</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Oct 2007 08:11:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/11/138/#comment-557</guid>
		<description>Mantap artikel Anda Bung Ian. Memang sudah saatnya Indonesia jangan mau hanya jadi korban dari globalisasi, masa kita terus-terusan jadi babu orang Barat?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mantap artikel Anda Bung Ian. Memang sudah saatnya Indonesia jangan mau hanya jadi korban dari globalisasi, masa kita terus-terusan jadi babu orang Barat?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gilang</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/11/138/#comment-541</link>
		<dc:creator>Gilang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 17:27:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/11/138/#comment-541</guid>
		<description>Hi Ian,
saya angkat topi buat artikel yang anda tulis ini, sudah saat nya kita merubah mind set &quot;apa yang harus saya beli hari ini?&quot; menjadi &quot;apa yang orang harus saya ciptakan hari ini?&quot;, pasar kita jauh dari pola pikir &quot;create&quot; lebih cenderung kepada menikmati hasil dengan mengkonsumsinya, kalau dilihat potensi yang kita miliki sebagai negara, kita tidak kalah dengan korea atau pun malaysia yang sekarang lebih unggul. Seharusnya dengan potensi pasar yang besar kitalah yang mengendalikan apa yang harus diciptakan untuk kita, namun kondisi sebaliknya yang terjadi, kita lebih sering dijejalin oleh produk-produk yang diciptakan pemain-pemain tsb di pasar dan mengunyah nya mentah-mentah seolah-olah kita tidak punya hak untuk mengendalikan &quot;menu&quot; nya, setidak nya sedikit demi sedikit walaupun kita belum punya kemampuan untuk men-create produk, setidaknya kita lah yang mengendalikan menu apa yang kita ingin konsumsi tersebut. Kalau menurut pendapat anda kita harus memulai dari bawah, langkah strategis yang jelas seperti apa ya kira-kira? Biar saya bisa punya pandangan yang jelas untuk membuka franchise &quot;warung tegal&quot; di luar negeri, thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi Ian,<br />
saya angkat topi buat artikel yang anda tulis ini, sudah saat nya kita merubah mind set &#8220;apa yang harus saya beli hari ini?&#8221; menjadi &#8220;apa yang orang harus saya ciptakan hari ini?&#8221;, pasar kita jauh dari pola pikir &#8220;create&#8221; lebih cenderung kepada menikmati hasil dengan mengkonsumsinya, kalau dilihat potensi yang kita miliki sebagai negara, kita tidak kalah dengan korea atau pun malaysia yang sekarang lebih unggul. Seharusnya dengan potensi pasar yang besar kitalah yang mengendalikan apa yang harus diciptakan untuk kita, namun kondisi sebaliknya yang terjadi, kita lebih sering dijejalin oleh produk-produk yang diciptakan pemain-pemain tsb di pasar dan mengunyah nya mentah-mentah seolah-olah kita tidak punya hak untuk mengendalikan &#8220;menu&#8221; nya, setidak nya sedikit demi sedikit walaupun kita belum punya kemampuan untuk men-create produk, setidaknya kita lah yang mengendalikan menu apa yang kita ingin konsumsi tersebut. Kalau menurut pendapat anda kita harus memulai dari bawah, langkah strategis yang jelas seperti apa ya kira-kira? Biar saya bisa punya pandangan yang jelas untuk membuka franchise &#8220;warung tegal&#8221; di luar negeri, thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
