Posted by: jenniesbev on: November 9, 2007

Oke, gara-gara saya dinobatkan sebagai Selebriti Blogger versi Pesta Blogger 2007, ada beberapa hal yang rasanya perlu saya share di sini. Ada rasa tanggung jawab terhadap penghargaan tersebut.
Apalagi mengingat saya sudah ngeblog sejak 2002 (di blog korporat asal Eropa dan Amerika) dan sudah punya beberapa kolom online sebagai Contributing Editor, Managing Editor, Channel Manager, bahkan sebagai Country Manager semasa Web 1.0 sejak 1998 dan berakhir 2000 (kolom-kolomnya sudah pada gulung tikar). Semuanya ini saya tulis dalam Bahasa Inggris dan komunikasi dengan pembaca dan para rekan-rekan blogger semuanya dalam bahasa ini.
Ada beberapa hal yang cukup membuat saya terperangah ketika membandingkan komunikasi antar pengguna media online dan para blogger asal Indonesia dan Tanah Seberang. Gunakan informasi ini bukan untuk membuat kita semua merasa “tersinggung” dan “sakit hati,” namun sebagai bahan pembelajaran untuk menjadi lebih dewasa dalam pergaulan online, yang merupakan salah satu bentuk pergaulan internasional.
Mengapa penting saya tekankan “pergaulan internasional”? “The world is flat,” kata Thomas L. Friedman dan sekarang informasi dapat direlay dalam nanoseconds ke mana saja di penjuru dunia. If you’re good, the whole world will know. If you are bad, the whole world will also know.
Perbandingan untuk bahan pembelajaran:
(Disclaimer: generalisasi berdasarkan observasi, bukan berdasarkan riset ilmiah mendalam.)
1. Soal serang-menyerang.
Di blog-blog Tanah Seberang, hal ini jelas juga terjadi, namun kebanyakan “serangan” terjadi bukan terhadap pribadi, namun terhadap konteks bahasan. Di blog-blog Indonesia, serangan terhadap pribadi sering sekali terjadi. Argumen tidak matang, namun banyak “fitnah-memfitnah” yang sungguh memalukan dan tidak berkelas.
2. Soal kelancaran eksposisi.
Di blog-blog Tanah Seberang, eksposisi permasalahan terutama dalam komentar-komentar dilakukan dengan jelas, sedangkan di blog-blog Indonesia, tidak jarang eksposisi terbatas sehingga yang dapat ditangkap adalah kekurangpahaman akan topik pembahasan.
3. Kesetaraan dan kerendahan hati.
Di blog-blog Tanah Seberang, walaupun blogger selebriti macam Darren Rowse, kerendahan hati masih sangat terasa. Di blog-blog Indonesia, blogger kelas kakap dan super sibuk macam Bang Budi Rahardjo saja masih demikian rendah hati, tetapi ada sekelompok blogger yang sudah merasa “super keren” yang tidak menunjukkan iklim yang demikian.
Ada lagi beberapa blogger asal Tanah Air yang bisa dibaca mempunyai ambisi tertentu dengan memberikan label-label tertentu terhadap blogger-blogger lain. Niche (ceruk) topik memang bisa berlainan dan ini adalah sesuatu yang indah, namun ada baiknya untuk tidak terlalu menonjolkan perbedaan dengan memberikan batas-batas yang mengkotak-kotakkan diri dan orang lain.
4. Kedewasaan mengemukakan pendapat.
Perbedaan pendapat seyogyanya dihormati, bukan lantas menjadi bahan mencaci-maki blogger lain. Para blogger besar di Tanah Seberang selalu menanamkan iklim persahabatan (friendliness) dan rendah hati (humility).
Untuk postingan kali ini, saya hanya menjadi pendengar saja. Saya tidak akan memberikan komentar balik. Sedang belajar mendengarkan.
[...] seharusnya perlu dikampanyekan bagaimana tata krama nge-blog. supaya apa yang tersaji di blog2 bisa menjadi informasi yang berguna dan bermanfaat bagi banyak [...]
seharusnya perlu ada penjelasan atau khusus mengenai blog coz ku gak banyak tau tentang blog
November 9, 2007 at 8:58 am
Hi mba jen,
Kalau menurut saya dalam dunia blogger tidak jauh berbeda dalam kehidupan sehari-hari, ini tampak dari budaya kita yang terefleksikan ke pergaulan online ini, jadi secara tidak langsung karakter yang tampak sehari-hari tidak jauh beda apabila dilihat dari yang terjadi, entah itu di dunia maya atau pergaulan nyata. Mmm… harus banyak belajar nih tentang tata krama blogger, thx.