Jakarta Butuh Revolusi Budaya!

Berburu Menuju 100 Sekolah

ikon-terakhir.jpg
Pada tanggal 30 Juni 2008 nanti usia Jakarta Butuh Revolusi Budaya (JBRB) akan genap setahun. Sebagai sebuah organisasi JBRB masih balita. Kalau untuk ukuran manusia, usia satu tahun belum ada apa-apanya. Ia masih merangkak dan selalu menangis. Begitu pula JBRB, masih muda dan belum banyak pengalaman. Tapi bukan berarti JBRB tidak boleh dan tidak bisa bermimpi.

Mimpi itu milik siapa saja.

Bagi sebagian orang mimpi itu lebih dari sekedar sebuah kata. Mimpi bagi mereka bukan saja sebuah nasehat dari orang tua tentang kehidupan. Mimpi bagi mereka adalah sebuah way of life atau jalan hidup. Bagi mereka mimpi itu bagaikan darah yang mengalir di sekujur tubuh dan membasahi setiap urat nadi. Mimpi adalah apa yang mereka pikirkan setiap detik dan setiap menit. Mimpi adalah nyawa.

Setelah berhasil menancapkan eksistensinya, JBRB akan mengejar mimpi-mimpi yang lebih besar di masa depan. Apabila di tahun pertama JBRB bermimpi untuk dapat diterima dengan baik oleh publik di Jakarta maka di tahun kedua nanti JBRB bermimpi untuk menggebrak publik Jakarta dengan dua kata: REVOLUSI BUDAYA!

Mimpi terjadinya sebuah Revolusi Budaya akan direalisasikan melalui program Berbudaya Itu Seru (Berburu) di 100 sekolah dasar di Jakarta dalam tiga tahun ke depan. Bukan satu, bukan dua, dan bukan juga tiga. Tapi 100 (SERATUS) sekolah.

Apabila generasi tua sudah lambat dan mulai keropos maka sudah saatnya generasi muda mengambil alih. Sudah saatnya yang muda dan yang bersemangat mengambil alih dan membentangkan layar selebar-lebarnya. Sudah saatnya kita berdiri tegak dan menatap ke depan! Mari kita melakukannya bukan melalui darah dan pemberontakan tapi melalui REVOLUSI BUDAYA.

JBRB akan menghitung mundur mulai hari ini hingga 30 Juni 2008: Mimpi menjalankan Berburu di 100 sekolah secara resmi berlaku. Sudah saatnya kita berhenti memaki dan mulai bermimpi!

Salam REVOLUSI BUDAYA,

Jakarta Butuh Revolusi Budaya
Team Washington, D.C.-Team Jakarta-Team Sydney
revolusibudaya@gmail.com
www.JakartaButuhRevolusiBudaya.com

12 Responses to 'Berburu Menuju 100 Sekolah'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Berburu Menuju 100 Sekolah'.

  1. yonna said, on March 31st, 2008 at 2:06 pm

    Tasa, arwah gue gak bakal tenang kalo artikel gue belum diapprove….sekarang gue pengen banget ke DC cuma untuk menjewer elo doang :mrgreen:

  2. sherwintobing said, on March 31st, 2008 at 3:25 pm

    Sebenernya sih gw gak gitu suka pake kata mimpi, toh lebih enak pake kata goal, lebih pasti kesannya, tapi itu masalah interpretasi pribadi aja sih. Kalo udah netapin goal kayak gini sih tinggal masalah pengambilan langkah2nya aja. Pas baca buku Paul Arden, Whatever You Think Think The Opposite, ada cerita tentang seorang pria yang sudah bekerja dan berpenghasilan bagus, tiba2 dia pengen jadi drummer, maen drum pun gak bisa, dia cuma bilang pasti dia akan jadi drummer. Istrinya ngedukung, temen2nya mencela, dia berhenti kerja, dan belajar drum. Dia akhirnya jadi pemaen drumnya Eric Clapton, dia punya goal, dan dia mencapainya.

  3. ingki said, on March 31st, 2008 at 11:27 pm

    boleh gwe tambahin bung? “sudah saatnya kita berhenti memaki dan mulai mewujudkan mimpi!”

  4. guebukanmonyet said, on March 31st, 2008 at 11:52 pm

    Yonna: Wah arwah lo bakal gentayangan donk. Hahaha. Oke tenang, gue benerin dikit lalu dimuat.

    Yuki: Setuju Bung Yuki. Setuju banget. “Mimpi” sendiri bagi saya memiliki dua arti turunan, (1) mimpi yang hanya di angan-angan dan (2) mimpi yang menjadi kenyataan.

    Mimpi yang akan dan harus menjadi kenyataan seharusnya memang diposisikan sebagai sebuah tujuan atau goal.

    Tapi masalahnya kata “mimpi” bagi saya memiliki arti yang lebih dalam. Karena saya sangat suka bermimpi saya ingin menekankan betapa mudahnya bermimpi. Apabila satu mimpi kita tidak bisa terwujud maka dengan mudah kita dapat membuat mimpi yang baru. Tentu, bukan berarti kita tidak berusaha dengan keras untuk mewujudkan mimpi itu.

    Jadi, mari bermimpi.

    Ingki:Itu setuju banget! Memang sudah saatnya.

  5. yonna said, on April 1st, 2008 at 9:49 am

    oke deh….mari kita bermimpi bersama-sama, khusus gue, bermimpi tentang artikel2 gue segera ditayangkan…hiks….

  6. Izmi said, on April 2nd, 2008 at 2:14 pm

    SETUJU !!!!

    LET’S DO IT !!!

    Kapan kamu kasih aku tugas lagi Mas Tasa ?? ;)

  7. UdioT said, on April 4th, 2008 at 1:48 am

    Baru 100 sekolah, satu Jakarta bahkan Indonesia aja gue yakin..hehehehe bisa yah teman-teman JBRB!!!yakin pasti bisa (gaya Andrie Wongso)

  8. dai said, on May 4th, 2008 at 12:00 am

    Gw baru denger JBRB dari temen gw yg ikutan hari ini (sat,3/5/0 8) & gw juga setuju banget sama visi misi JBRB, ini merupakan salah satu dari cita - cita gw utk indonesia. Gw memang blm tau banyak seperti apa implementasi dan aktivitas yg sudah dilakukan sejauh ini tapi honestly..”HEY JAKARTA ! YOU GUYS REALLY NEED IT DUDE!” (including me). Thx

    ps : salam kenal semuanya..

  9. nevergiveuponagoodthing said, on May 15th, 2008 at 1:33 pm

    Hello Dai..gw seneng bgt lu dateng minggu lalu ke Selong.
    Gw harap lu bisa bantu banyak tuk event JBRB!

    To JBRB…kita mesti lakukan tahap demi tahap. Perlu terus memantapkan pattern Berburu. Satu sekolah (di SD Selong) sudah cukup tuk mencari pola awal. Kembangkan terus pola yg udah ada untuk sekolah berikutnya…mungkin 5-10 sekolah lg di semester berikutnya, dan terus bertambah kuantitas & kualitas!
    Mimpi kita pasti terlihat di tahun2 mendatang…meski baru 20 tahun ke depan kita bisa tersenyum!
    I’m doin the best I can (ngutip Thirsty Merc)

  10. Oky said, on May 16th, 2008 at 9:28 pm

    Lho kenapa mesti 20 tahun kedepan. tahun 2009 kan anak2 JBRB masuk ke dalam DPR dan DPRD, 2012 udah ada yang jadi Gubernur DKI. jadi ngapain nunggu sampai 2020

  11. nevergiveuponagoodthing said, on May 22nd, 2008 at 2:50 pm

    @ Oky
    20 thn mendatang anak2 SD yg ikutan Berburu sudah dewasa. Harapan gw yg ikutan Berburu itu dapat terus mengaplikasikan nilai2 budaya positif dalam kurun waktu 20 tahun ke depan…bahkan menularkan pd temen2 & lingkungannya yg gak ikutan Berburu. So, 20 tahun ke depan jumlah manusia yg menjunjung nilai budaya positif semakin berlipat ganda.
    Anak2 JBRB masuk DPR & DPRD atau jadi Gubernur!?!? Mungkin yg terbersit saat ini, gw cuma bisa ucapin selamat & menaruh harapan! Harapan itu juga pernah ada ketika reformasi digulirkan :)
    Bukan pesimis…hanya mencoba tuk lebih realistis. Ketika idealisme bertemu/berhadapan dengan realitas…tidak semua orang bijak mengatasinya.
    Belajar dari sejarah…butuh berapa lama Jepang bangkit?
    Bertindak, Berdoa, dan Sabar…

  12. nevergiveuponagoodthings said, on May 22nd, 2008 at 2:53 pm

    20 thn mendatang anak2 SD yg ikutan Berburu sudah dewasa. Harapan gw yg ikutan Berburu itu dapat terus mengaplikasikan nilai2 budaya positif dalam kurun waktu 20 tahun ke depan…bahkan menularkan pd temen2 & lingkungannya yg gak ikutan Berburu. So, 20 tahun ke depan jumlah manusia yg menjunjung nilai budaya positif semakin berlipat ganda.
    Anak2 JBRB masuk DPR & DPRD atau jadi Gubernur!?!? Mungkin yg terbersit saat ini, gw cuma bisa ucapin selamat & menaruh harapan! Harapan itu juga pernah ada ketika reformasi digulirkan :)
    Bukan pesimis…hanya mencoba tuk lebih realistis. Ketika idealisme bertemu/berhadapan dengan realitas…tidak semua orang bijak mengatasinya.
    Belajar dari sejarah…butuh berapa lama Jepang bangkit?
    Bertindak, Berdoa, dan Sabar…

Leave a Reply