<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Education for Everyone</title>
	<atom:link href="http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/11/education-for-everyone/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/11/education-for-everyone/</link>
	<description>Bukan Sekedar Advokasi, Kami Berkontribusi</description>
	<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 19:40:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>By: Zahra</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/11/education-for-everyone/#comment-2040</link>
		<dc:creator>Zahra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 02:10:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=274#comment-2040</guid>
		<description>totally agree...pendidikan itu hak asasi. tapi hak asasi itu biasanya diperjuangkan. rasanya di Indonesia sudah terlalu lama pendidikan itu terabaikan, sehingga masyarakat sendiri sudah tercuci otaknya dan menganggap pendidikan itu tidak penting. kalau begini, susah juga untuk merubah keadaan. jadinya setuju saya yang kedua, masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah...

Setuju yang ketiga, setuju sama Udiot. Potong gaji DPR dan blablahblah ga penting lainnya.  Setuju banget tuh! Secara mereka tidur mulu kalo rapat, dan suka ngerapatin hal2 yang ga penting (presiden ga dateng ke rapat DPR blablabla). Biaya AC sama listrik belum konsumsi, udah berapa tuh?? Pentiingg....banget.
Pertanyaan saya, bagaimana kita bisa memaksakan efisiensi biaya pemerintah??? Karena sepertinya, susah buat pemerintah sendiri untuk bergerak. Harus ada tekanan dari luar. Bagaimana supaya orang diluar pemerintahan bisa ikut bersuara dan jadi kontrol untuk sistem pemerintahan? Bukan hanya kritik, tapi punya power juga.

1-2 : Repot memang. Kenapa repot karena korupsi itu sudah BERAKAR di gen kita. Sim nembak, buang sampah sembarangan, antri ga bisa, maunya hidup mudah ga pake usaha, daaannn lain-lain. Mungkin termasuk anda, saya, kita. Korupsi itu dimulai dari hal-hal kecil seperti itu...menurut saya. Jadi, mari sama-sama berantas korupsi. dari diri sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>totally agree&#8230;pendidikan itu hak asasi. tapi hak asasi itu biasanya diperjuangkan. rasanya di Indonesia sudah terlalu lama pendidikan itu terabaikan, sehingga masyarakat sendiri sudah tercuci otaknya dan menganggap pendidikan itu tidak penting. kalau begini, susah juga untuk merubah keadaan. jadinya setuju saya yang kedua, masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah&#8230;</p>
<p>Setuju yang ketiga, setuju sama Udiot. Potong gaji DPR dan blablahblah ga penting lainnya.  Setuju banget tuh! Secara mereka tidur mulu kalo rapat, dan suka ngerapatin hal2 yang ga penting (presiden ga dateng ke rapat DPR blablabla). Biaya AC sama listrik belum konsumsi, udah berapa tuh?? Pentiingg&#8230;.banget.<br />
Pertanyaan saya, bagaimana kita bisa memaksakan efisiensi biaya pemerintah??? Karena sepertinya, susah buat pemerintah sendiri untuk bergerak. Harus ada tekanan dari luar. Bagaimana supaya orang diluar pemerintahan bisa ikut bersuara dan jadi kontrol untuk sistem pemerintahan? Bukan hanya kritik, tapi punya power juga.</p>
<p>1-2 : Repot memang. Kenapa repot karena korupsi itu sudah BERAKAR di gen kita. Sim nembak, buang sampah sembarangan, antri ga bisa, maunya hidup mudah ga pake usaha, daaannn lain-lain. Mungkin termasuk anda, saya, kita. Korupsi itu dimulai dari hal-hal kecil seperti itu&#8230;menurut saya. Jadi, mari sama-sama berantas korupsi. dari diri sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: itsme231019</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/11/education-for-everyone/#comment-2019</link>
		<dc:creator>itsme231019</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 20:11:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=274#comment-2019</guid>
		<description>salam.
wah, saya setuju, benar-benar, setuju, pendidikan adalah point penting dalam konteks indonesia sekarang ini. Tentu saja bukan pendidikan yang membuat manusianya kapitalis tapi lebih kepada bagaimana memanusiakann manusia lainnya. 
maka, isu-isu pendidikan harus terus digelorakan. gelegar pendidikan harus equal dengan kemudahan akses bagi rakyatnya tanpa pandang bulu, gaji guru ditingkatkan namun dengan tetap kontrol terhadap kinerja guru, agar tidak asal-asalan dalam mengajarnya. 
korupsi memang penyakit lama yang sudah mengendap dalam sejarah indonesia. tapi penyakit itu jangan sampai merembet ke pada generasi selanjutnya yang akan melanjutkan estapet kepemimpinan indonesia kedepan. pendidikan lagi-lagi adalah harus dijadikan obat untuk membasmi virus korupsi tersebut.
bikinlah sistem pendidikan yang lebih mencerdaskan dan bukan pendidikan yang penuh indoktrinasi dan hapalan buta sehingga otak tidak difungsikan dengan sebaik-baiknya.
saya pikir itu saja...any way, good posting dari bung angie.
dari ahmad. the voice from the desert
ahmad</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam.<br />
wah, saya setuju, benar-benar, setuju, pendidikan adalah point penting dalam konteks indonesia sekarang ini. Tentu saja bukan pendidikan yang membuat manusianya kapitalis tapi lebih kepada bagaimana memanusiakann manusia lainnya.<br />
maka, isu-isu pendidikan harus terus digelorakan. gelegar pendidikan harus equal dengan kemudahan akses bagi rakyatnya tanpa pandang bulu, gaji guru ditingkatkan namun dengan tetap kontrol terhadap kinerja guru, agar tidak asal-asalan dalam mengajarnya.<br />
korupsi memang penyakit lama yang sudah mengendap dalam sejarah indonesia. tapi penyakit itu jangan sampai merembet ke pada generasi selanjutnya yang akan melanjutkan estapet kepemimpinan indonesia kedepan. pendidikan lagi-lagi adalah harus dijadikan obat untuk membasmi virus korupsi tersebut.<br />
bikinlah sistem pendidikan yang lebih mencerdaskan dan bukan pendidikan yang penuh indoktrinasi dan hapalan buta sehingga otak tidak difungsikan dengan sebaik-baiknya.<br />
saya pikir itu saja&#8230;any way, good posting dari bung angie.<br />
dari ahmad. the voice from the desert<br />
ahmad</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 1- 2</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/11/education-for-everyone/#comment-1993</link>
		<dc:creator>1- 2</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 04:25:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=274#comment-1993</guid>
		<description>I jus wanna say...."musnahkan korupsi kalau mau pendidikan dinegara kita maju"there is no progress if coruption still done...,gitu aja koq repot!!!!!!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I jus wanna say&#8230;.&#8221;musnahkan korupsi kalau mau pendidikan dinegara kita maju&#8221;there is no progress if coruption still done&#8230;,gitu aja koq repot!!!!!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ingki</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/11/education-for-everyone/#comment-1974</link>
		<dc:creator>ingki</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 04:50:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=274#comment-1974</guid>
		<description>welcome aboard Anggie!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>welcome aboard Anggie!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: guebukanmonyet</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/11/education-for-everyone/#comment-1972</link>
		<dc:creator>guebukanmonyet</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 21:48:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=274#comment-1972</guid>
		<description>Anggie, I thank you for your wonderful contribution. Welcome to our club, welcome to Jakarta Butuh Revolusi Budaya. You're now officially part of this elite movement to transform Jakarta into a better place to live. 

Your article is amazingly right! I don't think I have the right words to express my agreement on this very important issue. A great nation is indeed a nation with a great education system. 

It's time for us to talk more about education. Education for Everyone!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anggie, I thank you for your wonderful contribution. Welcome to our club, welcome to Jakarta Butuh Revolusi Budaya. You&#8217;re now officially part of this elite movement to transform Jakarta into a better place to live. </p>
<p>Your article is amazingly right! I don&#8217;t think I have the right words to express my agreement on this very important issue. A great nation is indeed a nation with a great education system. </p>
<p>It&#8217;s time for us to talk more about education. Education for Everyone!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: waterbomm</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/11/education-for-everyone/#comment-1969</link>
		<dc:creator>waterbomm</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 10:37:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=274#comment-1969</guid>
		<description>Pendidikan adalah hak segala bangsa (rakyat)... 
@udiot : SETUJU!!!!

kapan ya masuk PTN tanpa adanya istilah beli kursi? huh..

Dituntun dalam hal lomba di bidang pendidikan harus menang.. kalo menang dibangga2in kalo kalah dicuekin.
itu dirasain sama temen saya. hiks hiks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pendidikan adalah hak segala bangsa (rakyat)&#8230;<br />
@udiot : SETUJU!!!!</p>
<p>kapan ya masuk PTN tanpa adanya istilah beli kursi? huh..</p>
<p>Dituntun dalam hal lomba di bidang pendidikan harus menang.. kalo menang dibangga2in kalo kalah dicuekin.<br />
itu dirasain sama temen saya. hiks hiks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yonna</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/11/education-for-everyone/#comment-1966</link>
		<dc:creator>yonna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 05:40:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=274#comment-1966</guid>
		<description>perhatian:

perhatikan kalimat ini: if Anggie have much interest on Human Rights seharusnya emang ditulis" has" tapi saya menyebut nama sebagai kata ganti kamu, elo, you, anta, anti dalam bentuk lebih formil dan sopan....tidak menutup kemungkinan lama2 akan jadi elo-gue :)

apalagi di kalimat berikutnya saya nulis gini : even her article cited some articles of rules and regulations seharusnya saya konsisten nulis "even your article" tapi itulah tidak telitinya saya bahkan waktu Deniar menceritakan Iga Bakar Si Jangkung saya malah mengira Iga Bakar Isi Jagung, bener-bener parah?! sorry ya :)

*jika ada sesuatu yang mulai serius maka harap maklum kalo tiba-tiba saya lempar candaan, karena enak kalo berdiskusi serius-santai, karena selalu serius tidak enak dan selalu santai juga tidak enak, balance :)

@pertiwi
lucky, i'm not the only one who feel this de ja vu :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>perhatian:</p>
<p>perhatikan kalimat ini: if Anggie have much interest on Human Rights seharusnya emang ditulis&#8221; has&#8221; tapi saya menyebut nama sebagai kata ganti kamu, elo, you, anta, anti dalam bentuk lebih formil dan sopan&#8230;.tidak menutup kemungkinan lama2 akan jadi elo-gue <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>apalagi di kalimat berikutnya saya nulis gini : even her article cited some articles of rules and regulations seharusnya saya konsisten nulis &#8220;even your article&#8221; tapi itulah tidak telitinya saya bahkan waktu Deniar menceritakan Iga Bakar Si Jangkung saya malah mengira Iga Bakar Isi Jagung, bener-bener parah?! sorry ya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*jika ada sesuatu yang mulai serius maka harap maklum kalo tiba-tiba saya lempar candaan, karena enak kalo berdiskusi serius-santai, karena selalu serius tidak enak dan selalu santai juga tidak enak, balance <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@pertiwi<br />
lucky, i&#8217;m not the only one who feel this de ja vu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pertiwi</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/11/education-for-everyone/#comment-1965</link>
		<dc:creator>pertiwi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 04:25:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=274#comment-1965</guid>
		<description>wow, nice! so, this is what you want me to see??
keep writing, dear, and get your dream.

@yonna, you are indeed right "your article is just like remembering my collegehood" haha!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wow, nice! so, this is what you want me to see??<br />
keep writing, dear, and get your dream.</p>
<p>@yonna, you are indeed right &#8220;your article is just like remembering my collegehood&#8221; haha!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yonna</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/11/education-for-everyone/#comment-1964</link>
		<dc:creator>yonna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 03:44:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=274#comment-1964</guid>
		<description>there is no wonder if Anggie have much interest on Human Rights, even her article cited some articles of rules and regulations, reading your summary on contributor page and your article is just like remembering my collegehood :mrgreen:

but, bloody fantastic article, keep writing ya, Anggie?! 

I agree, education is number one issue of our country, i put my concern a little bit more to UAN system, so scary and depressed to be student nowadays *sigh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>there is no wonder if Anggie have much interest on Human Rights, even her article cited some articles of rules and regulations, reading your summary on contributor page and your article is just like remembering my collegehood <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>but, bloody fantastic article, keep writing ya, Anggie?! </p>
<p>I agree, education is number one issue of our country, i put my concern a little bit more to UAN system, so scary and depressed to be student nowadays *sigh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: UdioT</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/11/education-for-everyone/#comment-1963</link>
		<dc:creator>UdioT</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 01:41:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=274#comment-1963</guid>
		<description>Totally agree with the author. Pendidikan memang hak dari setiap warga negara, oleh karena itu pemerintah sebagai pengambil kebijakan publik harus serius dalam menangani hal ini. Tetangga-tetangga kita seperti Malaysia, Singapura dll telah berani menganggarkan porsi pendidikan lebih dari 20% dalam anggaran negaranya, sedangkan kita belom berani menyentuh angka 20%. Alangkah baiknya porsi pendidikan dapat ditingkatkan dengan mengambil porsi dari gaji-gaji direksi di BUMN-BUMN yang hanya membuat rugi negara, potong gaji anggota DPR  dan hal yang tidak menguntungkan bagi penyelenggaraan negara. Itupun jika pemerintah sadar bahwa pendidikan adalah hak bagi setiap warga negara. Menurut saya Pemerintah harus mulai berani melakukan pen-swastaan BUMN yang rugi dan kelola dengan baik BUMN yang menguntungkan. Rumahkan direksi BUMN yang menimbulkan kerugian, penjarakan para koruptor dll. Sebenarnya banyak sekali jalan yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara sehingga sektor pendidikan dapat terakomodir dengan baik, akan tetapi banyak sekali peluang-peluang yang diabaikan dan lemahnya kontrol yang menimbulkan peluang kerugian. Sebut saja sektor laut dan pemberdayakan pulau-pulau terluar wilayah RI, berapa kali pasir, hasil laut, dan pulau yang harus berpindah tangan ke negara lain karena ketidakseriusan pemerintah memberdayakan sektor ini. Jika saja Pemerintah "jeli" banyak keuntungan yang dapat diperoleh baik dari segi ekonomi, budaya, politik dll dan bukan tidak mungkin tidak akan ada kasus warga negara kita yang menjadi warga negara Malaysia. Karena Indonesia Butuh Revolusi Budaya!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Totally agree with the author. Pendidikan memang hak dari setiap warga negara, oleh karena itu pemerintah sebagai pengambil kebijakan publik harus serius dalam menangani hal ini. Tetangga-tetangga kita seperti Malaysia, Singapura dll telah berani menganggarkan porsi pendidikan lebih dari 20% dalam anggaran negaranya, sedangkan kita belom berani menyentuh angka 20%. Alangkah baiknya porsi pendidikan dapat ditingkatkan dengan mengambil porsi dari gaji-gaji direksi di BUMN-BUMN yang hanya membuat rugi negara, potong gaji anggota DPR  dan hal yang tidak menguntungkan bagi penyelenggaraan negara. Itupun jika pemerintah sadar bahwa pendidikan adalah hak bagi setiap warga negara. Menurut saya Pemerintah harus mulai berani melakukan pen-swastaan BUMN yang rugi dan kelola dengan baik BUMN yang menguntungkan. Rumahkan direksi BUMN yang menimbulkan kerugian, penjarakan para koruptor dll. Sebenarnya banyak sekali jalan yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara sehingga sektor pendidikan dapat terakomodir dengan baik, akan tetapi banyak sekali peluang-peluang yang diabaikan dan lemahnya kontrol yang menimbulkan peluang kerugian. Sebut saja sektor laut dan pemberdayakan pulau-pulau terluar wilayah RI, berapa kali pasir, hasil laut, dan pulau yang harus berpindah tangan ke negara lain karena ketidakseriusan pemerintah memberdayakan sektor ini. Jika saja Pemerintah &#8220;jeli&#8221; banyak keuntungan yang dapat diperoleh baik dari segi ekonomi, budaya, politik dll dan bukan tidak mungkin tidak akan ada kasus warga negara kita yang menjadi warga negara Malaysia. Karena Indonesia Butuh Revolusi Budaya!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
