<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Kemiskinan dan Permukiman Kumuh di Perkotaan</title>
	<atom:link href="http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/14/kemiskinan-dan-permukiman-kumuh-di-perkotaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/14/kemiskinan-dan-permukiman-kumuh-di-perkotaan/</link>
	<description>Bukan Sekedar Advokasi, Kami Berkontribusi</description>
	<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 19:43:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>By: HattaIzad</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/14/kemiskinan-dan-permukiman-kumuh-di-perkotaan/#comment-2117</link>
		<dc:creator>HattaIzad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 08:52:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=277#comment-2117</guid>
		<description>Pada pengamatan saya, negara Indonesia adalah sebuah negara yang ekonomi-kesuburannya amatlah menyerlah dan banyak peluang boleh dimajukan. Tambahan pula penduduknya yang KAYA budibicara dan semangat juang yang tinggi serta sabar dalam mengharungi corak-corek kehidupan seharian.

Memang tidak dinafikan, dengan adanya pendekatan baru dalam memperkenalkan sesuatu produk adalah wajar dan digalakkan dari setiap individu bagi memajukan kehidupannya. Namun begitu, saya berpendapat - sistem pengurusan pengangkutan khususnya disekitar dalaman Indonesia wajarlah diletakkan sebagai pendekatan agenda utama bagi tujuan memajukan apa saja produk pengeluaran yang dihasilkan agar ianya dapat diagihkan dengan secepat mungkin dan berkesan disetiap pelusuk Indonesia dan lebih-lebih lagi jika ianya dapat dieksportkan keluar negara.  Selain dari itu - perbanyakkan pusat komersial pembelian dan jualan untuk peniaga-peniaga yang berdaya saing serta menitikberatkan latihan perniagaan yang bersifat mesra-pelanggan kepada mereka yang berpotensi lebihi-lebih lagi kepada penduduk pendalaman Indonesia yang saya amati amat berpengalaman.

Faktor "korapsi dan birokrasi" bukanlah hanya berlaku disatu-satu negara malah pendekatan yang bijaksana dari pemimpin bersama rakyat tidak kira dimana jua akan pasti ianya dapat dikurangkan pemasalahannya yang mana matlamatnya menjurus kepada pembangunan membasmi kepincangan hidup msyarakat. Wlhualam. Dari teman Malaysia - Azuwan Mohd Amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pada pengamatan saya, negara Indonesia adalah sebuah negara yang ekonomi-kesuburannya amatlah menyerlah dan banyak peluang boleh dimajukan. Tambahan pula penduduknya yang KAYA budibicara dan semangat juang yang tinggi serta sabar dalam mengharungi corak-corek kehidupan seharian.</p>
<p>Memang tidak dinafikan, dengan adanya pendekatan baru dalam memperkenalkan sesuatu produk adalah wajar dan digalakkan dari setiap individu bagi memajukan kehidupannya. Namun begitu, saya berpendapat - sistem pengurusan pengangkutan khususnya disekitar dalaman Indonesia wajarlah diletakkan sebagai pendekatan agenda utama bagi tujuan memajukan apa saja produk pengeluaran yang dihasilkan agar ianya dapat diagihkan dengan secepat mungkin dan berkesan disetiap pelusuk Indonesia dan lebih-lebih lagi jika ianya dapat dieksportkan keluar negara.  Selain dari itu - perbanyakkan pusat komersial pembelian dan jualan untuk peniaga-peniaga yang berdaya saing serta menitikberatkan latihan perniagaan yang bersifat mesra-pelanggan kepada mereka yang berpotensi lebihi-lebih lagi kepada penduduk pendalaman Indonesia yang saya amati amat berpengalaman.</p>
<p>Faktor &#8220;korapsi dan birokrasi&#8221; bukanlah hanya berlaku disatu-satu negara malah pendekatan yang bijaksana dari pemimpin bersama rakyat tidak kira dimana jua akan pasti ianya dapat dikurangkan pemasalahannya yang mana matlamatnya menjurus kepada pembangunan membasmi kepincangan hidup msyarakat. Wlhualam. Dari teman Malaysia - Azuwan Mohd Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adfa</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/14/kemiskinan-dan-permukiman-kumuh-di-perkotaan/#comment-2082</link>
		<dc:creator>adfa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 12:59:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=277#comment-2082</guid>
		<description>Asslm

Sangat luar biasa,saya pikir hanya komplek dicilandak jakarta selatan saja yang sudah melakukan kegiatan penghijauan dan pembersihan dilingkungan rumah&#62;ternyata di daerah jakarta utara dan jakarta barat juga sudah berlangsung.

Nah,siapa yang mempunyai akses ke dinas tata kota dan dinas lainya yang berhubungan dengan ini.Seharusnya ini merupakan jawaban bagi pemerintah bahwa mereka tidak pernah bergerak sendirian dalam memajukan kota ini.Dengan kita mencoba untuk melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah bukan tidak mungkin,dalam beberapa tahun kedepan semua lingkungan di jakarta akan semakin meningkat kualitasnya.

terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asslm</p>
<p>Sangat luar biasa,saya pikir hanya komplek dicilandak jakarta selatan saja yang sudah melakukan kegiatan penghijauan dan pembersihan dilingkungan rumah&gt;ternyata di daerah jakarta utara dan jakarta barat juga sudah berlangsung.</p>
<p>Nah,siapa yang mempunyai akses ke dinas tata kota dan dinas lainya yang berhubungan dengan ini.Seharusnya ini merupakan jawaban bagi pemerintah bahwa mereka tidak pernah bergerak sendirian dalam memajukan kota ini.Dengan kita mencoba untuk melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah bukan tidak mungkin,dalam beberapa tahun kedepan semua lingkungan di jakarta akan semakin meningkat kualitasnya.</p>
<p>terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: charien</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/14/kemiskinan-dan-permukiman-kumuh-di-perkotaan/#comment-2070</link>
		<dc:creator>charien</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 13:04:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=277#comment-2070</guid>
		<description>artikelnya bagus banget................................... smoga kemiskinan segera berkurang. dan indonesia bia menjadi maju dan lebih baik dari sekarang.................</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>artikelnya bagus banget&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. smoga kemiskinan segera berkurang. dan indonesia bia menjadi maju dan lebih baik dari sekarang&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kevlannietzsche</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/14/kemiskinan-dan-permukiman-kumuh-di-perkotaan/#comment-2047</link>
		<dc:creator>kevlannietzsche</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 12:12:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=277#comment-2047</guid>
		<description>artkel bagus,,, mudah-mudahan kemiskinan dan pemiskinan di Indonesia segera hilang.......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>artkel bagus,,, mudah-mudahan kemiskinan dan pemiskinan di Indonesia segera hilang&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zahra</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/14/kemiskinan-dan-permukiman-kumuh-di-perkotaan/#comment-2041</link>
		<dc:creator>Zahra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 02:53:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=277#comment-2041</guid>
		<description>betul sekali...penggusuran itu nggak menyelesaikan masalah. dan sebenarnya, saat orang sudah tinggal di suatu tempat untuk beberapa lama (lupa berapa lama), dia udah punya hak untuk tinggal disitu. Jadi sebenernya dalam kasus penggusuran yang orangnya udah tinggal sampe punya anak bahkan cucu, yang salah yang punya tanah. salah sendiri ga dijaga. but that's another story.

sepertinya mulai banyak ya kegiatan kaya gini, karna kalo nggak salah PT. Astra juga community developmentnya kaya gini. Masyarakat sekitarnya diajarin untuk bikin kompos, terus nanti komposnya dibeli sama perusahaan. Mudah-mudahan banyak ya kegiatan kaya gini yang bisa nambah skill masyarakat.

Mbak Yonna : sebenernya itu bukan khayalan lohh...hehe. Tadinya mau komen kaya mbak yonna tadinya. Saya ada mata kuliah namanya pengembangan lahan, disitu juga ngebahas soal lahan di perkotaan yang mahal, tapi sayangnya dipake buat perumahan kumuh. Ga efektif jadinya. Solusinya ya itu, dibangun perumahan untuk masyarakatnya, tapi ada bagian lahan yang dijadikan area komersil. dan biasanya pengembangan lahan kaya gini juga melibatkan masyarakatnya, jadi kaya ada LSM gitu yang jadi perantara. Juga follow up mereka untuk beradaptasi. Termasuk ngajarin gimana hidup sehat. Tapi kayanya emang belum ada di Indonesia...hehe.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betul sekali&#8230;penggusuran itu nggak menyelesaikan masalah. dan sebenarnya, saat orang sudah tinggal di suatu tempat untuk beberapa lama (lupa berapa lama), dia udah punya hak untuk tinggal disitu. Jadi sebenernya dalam kasus penggusuran yang orangnya udah tinggal sampe punya anak bahkan cucu, yang salah yang punya tanah. salah sendiri ga dijaga. but that&#8217;s another story.</p>
<p>sepertinya mulai banyak ya kegiatan kaya gini, karna kalo nggak salah PT. Astra juga community developmentnya kaya gini. Masyarakat sekitarnya diajarin untuk bikin kompos, terus nanti komposnya dibeli sama perusahaan. Mudah-mudahan banyak ya kegiatan kaya gini yang bisa nambah skill masyarakat.</p>
<p>Mbak Yonna : sebenernya itu bukan khayalan lohh&#8230;hehe. Tadinya mau komen kaya mbak yonna tadinya. Saya ada mata kuliah namanya pengembangan lahan, disitu juga ngebahas soal lahan di perkotaan yang mahal, tapi sayangnya dipake buat perumahan kumuh. Ga efektif jadinya. Solusinya ya itu, dibangun perumahan untuk masyarakatnya, tapi ada bagian lahan yang dijadikan area komersil. dan biasanya pengembangan lahan kaya gini juga melibatkan masyarakatnya, jadi kaya ada LSM gitu yang jadi perantara. Juga follow up mereka untuk beradaptasi. Termasuk ngajarin gimana hidup sehat. Tapi kayanya emang belum ada di Indonesia&#8230;hehe.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: itsme231019</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/14/kemiskinan-dan-permukiman-kumuh-di-perkotaan/#comment-2021</link>
		<dc:creator>itsme231019</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 22:15:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=277#comment-2021</guid>
		<description>salam.
harapan saya mudah-mudahan semangat yang sama juga terjadi di daerah yang lain, dimana kemiskinan semestinya membuat mereka kreatif mengolah alam lingkungannya. pendidikan dan pendampingan serta bimbingan buat mereka harus tetap dijalankan secara berkesinambungan. dan kerja keras serta mengolah lingkungannya dengan baik adalah ibadah, ibadah sosial.
itu saja dari sya.
ahmad</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam.<br />
harapan saya mudah-mudahan semangat yang sama juga terjadi di daerah yang lain, dimana kemiskinan semestinya membuat mereka kreatif mengolah alam lingkungannya. pendidikan dan pendampingan serta bimbingan buat mereka harus tetap dijalankan secara berkesinambungan. dan kerja keras serta mengolah lingkungannya dengan baik adalah ibadah, ibadah sosial.<br />
itu saja dari sya.<br />
ahmad</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hasna</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/14/kemiskinan-dan-permukiman-kumuh-di-perkotaan/#comment-2018</link>
		<dc:creator>Hasna</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 13:34:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=277#comment-2018</guid>
		<description>Artikel yang bagus:). Saya baru tahu ada sebagian masyarakat kumuh Jakarta yang dapat berpikir semaju mereka. Satu hal yang harus kita ingat adalah semaju apapun mereka saat ini, mereka tetap butuh pantauan dan bimbingan dari orang yang lebih berkompetensi.
Dikhawatirkan apabila mereka tidak terus dibimbing, suatu saat mereka akan bosan karena apa yang dicapai oleh mereka tidak bisa berkembang dan mereka tidak mempunyai jalan keluar untuk menyelesaikan masalah tersebut disebabkan keterbatasan ilmu. 
Hal yang bisa kita bantu misalnya memperluas pasar penjualan produk daur ulang mereka ataupun memberikan pengarahan menajemen usaha produksi yang ideal. Sehingga diharapkan mereka bisa terus berkembang, tidak hanya sekarang tapi hingga 10 thn ke depan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel yang bagus:). Saya baru tahu ada sebagian masyarakat kumuh Jakarta yang dapat berpikir semaju mereka. Satu hal yang harus kita ingat adalah semaju apapun mereka saat ini, mereka tetap butuh pantauan dan bimbingan dari orang yang lebih berkompetensi.<br />
Dikhawatirkan apabila mereka tidak terus dibimbing, suatu saat mereka akan bosan karena apa yang dicapai oleh mereka tidak bisa berkembang dan mereka tidak mempunyai jalan keluar untuk menyelesaikan masalah tersebut disebabkan keterbatasan ilmu.<br />
Hal yang bisa kita bantu misalnya memperluas pasar penjualan produk daur ulang mereka ataupun memberikan pengarahan menajemen usaha produksi yang ideal. Sehingga diharapkan mereka bisa terus berkembang, tidak hanya sekarang tapi hingga 10 thn ke depan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Izmi</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/14/kemiskinan-dan-permukiman-kumuh-di-perkotaan/#comment-2014</link>
		<dc:creator>Izmi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 09:35:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=277#comment-2014</guid>
		<description>Hmm ... Nice I think ... :)

Berarti masyarakat miskin daerah Penjaringan Jakarta Utara tidak ikut miskin pikirannya hanya karena mereka hidup miskin dan tinggal di daerah yang sebenarnya kurang layak huni. Hal tersebut bisa dijadikan contoh dan motivasi bagi masyarakat Jakarta di daerah lainnya agar lingkungan tempat mereka tinggal menjadi lebih baik dan layak huni ... 

Dukung terus kegiatan seperti yang tertulis di atas ...

Let's go Green !!! ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm &#8230; Nice I think &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berarti masyarakat miskin daerah Penjaringan Jakarta Utara tidak ikut miskin pikirannya hanya karena mereka hidup miskin dan tinggal di daerah yang sebenarnya kurang layak huni. Hal tersebut bisa dijadikan contoh dan motivasi bagi masyarakat Jakarta di daerah lainnya agar lingkungan tempat mereka tinggal menjadi lebih baik dan layak huni &#8230; </p>
<p>Dukung terus kegiatan seperti yang tertulis di atas &#8230;</p>
<p>Let&#8217;s go Green !!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yonna</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/14/kemiskinan-dan-permukiman-kumuh-di-perkotaan/#comment-2002</link>
		<dc:creator>yonna</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 07:37:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=277#comment-2002</guid>
		<description>Halo Pak, artikelnya bagus-bagus nih :)

Sebentar, saya ingin meraba-raba jawaban dari masalah dalam topik ini, tolong jangan disalahartikan ya?! :)

Untuk menggusur perumahan liar masyarakat miskin, saya setuju. Setuju untuk mengganti rumah liar dan tidak layak tersebut dengan rumah dan lingkungan baru yang lebih sehat dan lebih layak, jadi masyarakat miskin yang harus tergusur hanyalah tergusur sementara, setelah semua selesai maka mereka bisa kembali lagi ke tempat lama. Sementara dalam pengungsian, mereka tinggal di tempat yang telah disediakan dan resmi serta terpadu, dalam pengungsian tersebut mereka diberikan penyuluhan tentang cara hidup sehat, diberikan kesadaran tentang pentingnya pendidikan karena dengan pendidikan mereka bisa mencapai hidup yang lebih baik dan hal-hal lain yang bisa bermanfaat bagi mereka. Setelah mereka kembali dan terkejut melihat rumah lama mereka berubah menjadi baru dan bagus, mereka tetap dipantau perkembangannya apakah mereka paham dan mengamalkan segala penyuluhan yang telah diberikan sewaktu di tempat pengungsian tersebut, jika mereka ingin hidup yang lebih baik maka kita pastikan mereka sendiri telah menjadi individu yang lebih baik, atau minimal terus berusaha menjadi lebih baik dengan suatu paradigma yang lebih terarah, terencana dan terkonsep. Pemantauan ini mungkin akan makan waktu lama, tapi jika berhasil, maka bisa dijadikan pilot project bagi pemukiman masyarakat miskin lainnya.

Memperbaiki rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka, mendidik dan memberi penyuluhan tentang pentingnya kesehatan, pendidikan, dll sehingga mereka diberikan bantuan nyata sekaligus diajarkan untuk menjadi masyarakat yang lebih mandiri. Misalnya masyarakat kaum miskin di Penjaringan berubah menjadi masyarakat menengah di Penjaringan atau masyarakat berkembang di Penjaringan.

Pun jika mereka masih menggeluti bidang pekerjaan yang sama seperti memulung, mendaur ulang sampah, membuat kerajinan dll itu tidak apa tapi diajarkan pula caranya mencari uang dengan cara yang lebih cerdas dari sekedar memungut dan memisahkan barang bekas dari sampah saja, toh pasti mereka menginginkan pekerjaan lebih baik dari yang sekarang. Diberi modal seperti program Grameen Bank dan sejenisnya.

Jadi memang kemiskinan harus digusur, tapi digusur bukan untuk menyingkirkan selamanya, menzalimi kaum lemah, tapi membantu mereka mencapai kehidupan yang lebih baik.

Pastinya, biaya dan lain-lain ditanggung dari pajak dan APBD. Kalau mau revolusi budaya, jangan tanggung-tanggung kayanya.

Tapi lebih mirip khayalan daripada analisis deh, hehehe, maaf udah cukup panjang nih artikelnya, kangen juga nulis artikel di blog JBRB, sorry ya Tasa, thanks :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Pak, artikelnya bagus-bagus nih <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebentar, saya ingin meraba-raba jawaban dari masalah dalam topik ini, tolong jangan disalahartikan ya?! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk menggusur perumahan liar masyarakat miskin, saya setuju. Setuju untuk mengganti rumah liar dan tidak layak tersebut dengan rumah dan lingkungan baru yang lebih sehat dan lebih layak, jadi masyarakat miskin yang harus tergusur hanyalah tergusur sementara, setelah semua selesai maka mereka bisa kembali lagi ke tempat lama. Sementara dalam pengungsian, mereka tinggal di tempat yang telah disediakan dan resmi serta terpadu, dalam pengungsian tersebut mereka diberikan penyuluhan tentang cara hidup sehat, diberikan kesadaran tentang pentingnya pendidikan karena dengan pendidikan mereka bisa mencapai hidup yang lebih baik dan hal-hal lain yang bisa bermanfaat bagi mereka. Setelah mereka kembali dan terkejut melihat rumah lama mereka berubah menjadi baru dan bagus, mereka tetap dipantau perkembangannya apakah mereka paham dan mengamalkan segala penyuluhan yang telah diberikan sewaktu di tempat pengungsian tersebut, jika mereka ingin hidup yang lebih baik maka kita pastikan mereka sendiri telah menjadi individu yang lebih baik, atau minimal terus berusaha menjadi lebih baik dengan suatu paradigma yang lebih terarah, terencana dan terkonsep. Pemantauan ini mungkin akan makan waktu lama, tapi jika berhasil, maka bisa dijadikan pilot project bagi pemukiman masyarakat miskin lainnya.</p>
<p>Memperbaiki rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka, mendidik dan memberi penyuluhan tentang pentingnya kesehatan, pendidikan, dll sehingga mereka diberikan bantuan nyata sekaligus diajarkan untuk menjadi masyarakat yang lebih mandiri. Misalnya masyarakat kaum miskin di Penjaringan berubah menjadi masyarakat menengah di Penjaringan atau masyarakat berkembang di Penjaringan.</p>
<p>Pun jika mereka masih menggeluti bidang pekerjaan yang sama seperti memulung, mendaur ulang sampah, membuat kerajinan dll itu tidak apa tapi diajarkan pula caranya mencari uang dengan cara yang lebih cerdas dari sekedar memungut dan memisahkan barang bekas dari sampah saja, toh pasti mereka menginginkan pekerjaan lebih baik dari yang sekarang. Diberi modal seperti program Grameen Bank dan sejenisnya.</p>
<p>Jadi memang kemiskinan harus digusur, tapi digusur bukan untuk menyingkirkan selamanya, menzalimi kaum lemah, tapi membantu mereka mencapai kehidupan yang lebih baik.</p>
<p>Pastinya, biaya dan lain-lain ditanggung dari pajak dan APBD. Kalau mau revolusi budaya, jangan tanggung-tanggung kayanya.</p>
<p>Tapi lebih mirip khayalan daripada analisis deh, hehehe, maaf udah cukup panjang nih artikelnya, kangen juga nulis artikel di blog JBRB, sorry ya Tasa, thanks <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: guebukanmonyet</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/14/kemiskinan-dan-permukiman-kumuh-di-perkotaan/#comment-1995</link>
		<dc:creator>guebukanmonyet</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 01:24:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=277#comment-1995</guid>
		<description>sangat setuju dengan pendapat penulis. Menggusur masyarakat miskin jelas tidak menghilangkan kemiskinan tapi hanya memindahkannya. Kemiskinan dapat dikurangi dengan membangun sebuah masyarakat yang kreatif seperti yang ditunjukkan oleh masyarakat di Penjaringan dan Kampung Toplang. Mungkin masyarakat mampu dan berpendidikan justru harus belajar dari mereka dalam melestarikan lingkungan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sangat setuju dengan pendapat penulis. Menggusur masyarakat miskin jelas tidak menghilangkan kemiskinan tapi hanya memindahkannya. Kemiskinan dapat dikurangi dengan membangun sebuah masyarakat yang kreatif seperti yang ditunjukkan oleh masyarakat di Penjaringan dan Kampung Toplang. Mungkin masyarakat mampu dan berpendidikan justru harus belajar dari mereka dalam melestarikan lingkungan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
