<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Jakarta MEMANG Butuh Revolusi Budaya</title>
	<atom:link href="http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/29/jakarta-memang-butuh-revolusi-budaya-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/29/jakarta-memang-butuh-revolusi-budaya-2/</link>
	<description>Bukan Sekedar Advokasi, Kami Berkontribusi</description>
	<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 19:41:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>By: pertiwi</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/29/jakarta-memang-butuh-revolusi-budaya-2/#comment-2039</link>
		<dc:creator>pertiwi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 09:03:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=279#comment-2039</guid>
		<description>Perubahan budaya dimana pun memang butuh dukungan luas dan usaha keras ya. Dan suara-suara pesimis, skeptis, dan apatis itu pasti ada di tiap pergerakan menuju perubahan. Saya setuju dengan jargon "Do what u said, and say what u mean", walau sampai sekarang masih terus belajar mengimplementasikannya. Memang kita harus bangun dari angan-angan dan bergerak untuk mewujudkannya.

Hmmm... jadi teringat sebuah artikel yang saya baca beberapa waktu lalu tentang perjuangan seorang Kepala SMAN 10 Malang yang berhasil mengubah budaya suatu sekolah yang tadinya tak dipandang orang kemudian sekarang menjadi suatu sekolah favorit di wilayahnya. Berawal dari bagian yang tidak terperhatikan yaitu toilet yang jorok dan bau. Butuh waktu dan perjuangan bagi Kepala Sekolah tersebut untuk menularkan kebiasaan bersih pada seluruh penghuni sekolah itu, sampai-sampai beliau turun tangan sendiri memantau dan membersihkan toilet-toilet tersebut. Namun apa yang ditanamnya telah berbuah. Saat ini sekolah tersebut bahkan meraih penghargaan di bidang kebersihan. Prestasi itupun menular juga pada aspek-aspek lainnya, termasuk mutu pendidikannya.

Hanya berbagi cerita, dan semoga semangat itu menular pada kita semua. 
Selamat beraksi!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perubahan budaya dimana pun memang butuh dukungan luas dan usaha keras ya. Dan suara-suara pesimis, skeptis, dan apatis itu pasti ada di tiap pergerakan menuju perubahan. Saya setuju dengan jargon &#8220;Do what u said, and say what u mean&#8221;, walau sampai sekarang masih terus belajar mengimplementasikannya. Memang kita harus bangun dari angan-angan dan bergerak untuk mewujudkannya.</p>
<p>Hmmm&#8230; jadi teringat sebuah artikel yang saya baca beberapa waktu lalu tentang perjuangan seorang Kepala SMAN 10 Malang yang berhasil mengubah budaya suatu sekolah yang tadinya tak dipandang orang kemudian sekarang menjadi suatu sekolah favorit di wilayahnya. Berawal dari bagian yang tidak terperhatikan yaitu toilet yang jorok dan bau. Butuh waktu dan perjuangan bagi Kepala Sekolah tersebut untuk menularkan kebiasaan bersih pada seluruh penghuni sekolah itu, sampai-sampai beliau turun tangan sendiri memantau dan membersihkan toilet-toilet tersebut. Namun apa yang ditanamnya telah berbuah. Saat ini sekolah tersebut bahkan meraih penghargaan di bidang kebersihan. Prestasi itupun menular juga pada aspek-aspek lainnya, termasuk mutu pendidikannya.</p>
<p>Hanya berbagi cerita, dan semoga semangat itu menular pada kita semua.<br />
Selamat beraksi!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ian</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/29/jakarta-memang-butuh-revolusi-budaya-2/#comment-2036</link>
		<dc:creator>ian</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 02:01:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=279#comment-2036</guid>
		<description>Mas Ahmad:

Benar sekali, momen revolusi budaya harus dilakukan secara simultan di seluruh Indonesia. Kami sedang bergerak menuju IBRB. Semoga kita berhasil menggunakan Jakarta sebagai starting point-nya.

Saya pribadi sangat setuju dengan konsep thaharah yang semestinya sangat luas dan menyeluruh.

Kami mohon dukungannya dari seberang, tolong sampaikan cita-cita ini pada semua saudara-saudara setanah air. Dan kalau memungkinkan juga bisa memberi donasi untuk membiayai kegiatan kami di Jakarta dan sekitarnya. Semoga ini semua diberkahi Allah SWT untuk kebaikan kita bersama.

Salam Revolusi Budaya!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Ahmad:</p>
<p>Benar sekali, momen revolusi budaya harus dilakukan secara simultan di seluruh Indonesia. Kami sedang bergerak menuju IBRB. Semoga kita berhasil menggunakan Jakarta sebagai starting point-nya.</p>
<p>Saya pribadi sangat setuju dengan konsep thaharah yang semestinya sangat luas dan menyeluruh.</p>
<p>Kami mohon dukungannya dari seberang, tolong sampaikan cita-cita ini pada semua saudara-saudara setanah air. Dan kalau memungkinkan juga bisa memberi donasi untuk membiayai kegiatan kami di Jakarta dan sekitarnya. Semoga ini semua diberkahi Allah SWT untuk kebaikan kita bersama.</p>
<p>Salam Revolusi Budaya!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ahmad</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/29/jakarta-memang-butuh-revolusi-budaya-2/#comment-2029</link>
		<dc:creator>ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 13:45:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=279#comment-2029</guid>
		<description>salam.
pak iskandar, salam kenal dari ahmad, tki saudi arabia.
saya pikir, budaya positive itu ada pada segelintir orang saja, sehingga sebagian besar belum berbudaya positive. misalnya saja, orang care sama kebersihan, tapi upaya kebersihan yang dilakukan sekelompok kecil tidak dihargai oleh kelompok lain yang tak punya kesadaran lingkungan. maka tak heran jika di indonesia saya melihat, orang membuang puntung rokok dimana saja tanpa ada rasa bersalah. saya pikir teman-teman juga mudah sekali mendapatkan pemandangan seperti itu di negeri kita.
maka, pada titik ini moment revolusi budaya nampaknya bukan saja harus di jakarta, tapi juga di seluruh indonesia, biar serempak dan simultan.
konsep thaharah dalam islam semestinya juga tidak terbelenggu dalam wudhu saja tapi juga harus menyangkut konsep thaharah lebih luas kedalam kehidupan real di masyarakat. hal inilah yang perlu ditekankan dalam ranah keagamaan. jadi, berislam itu harus equal dengan revolusi budaya itu tadi.
saya pikir itu saja.
thanks and let us keep moving together.
ahmad</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam.<br />
pak iskandar, salam kenal dari ahmad, tki saudi arabia.<br />
saya pikir, budaya positive itu ada pada segelintir orang saja, sehingga sebagian besar belum berbudaya positive. misalnya saja, orang care sama kebersihan, tapi upaya kebersihan yang dilakukan sekelompok kecil tidak dihargai oleh kelompok lain yang tak punya kesadaran lingkungan. maka tak heran jika di indonesia saya melihat, orang membuang puntung rokok dimana saja tanpa ada rasa bersalah. saya pikir teman-teman juga mudah sekali mendapatkan pemandangan seperti itu di negeri kita.<br />
maka, pada titik ini moment revolusi budaya nampaknya bukan saja harus di jakarta, tapi juga di seluruh indonesia, biar serempak dan simultan.<br />
konsep thaharah dalam islam semestinya juga tidak terbelenggu dalam wudhu saja tapi juga harus menyangkut konsep thaharah lebih luas kedalam kehidupan real di masyarakat. hal inilah yang perlu ditekankan dalam ranah keagamaan. jadi, berislam itu harus equal dengan revolusi budaya itu tadi.<br />
saya pikir itu saja.<br />
thanks and let us keep moving together.<br />
ahmad</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Izmi</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/29/jakarta-memang-butuh-revolusi-budaya-2/#comment-2025</link>
		<dc:creator>Izmi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 03:25:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=279#comment-2025</guid>
		<description>Eh, tulisan kuantitasnya kurang satu huruf tuh, hehe ...

Maaf, cuma mau meluruskan satu kata ajah. Takut artinya jadi beda, kan lebih ngga enak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Eh, tulisan kuantitasnya kurang satu huruf tuh, hehe &#8230;</p>
<p>Maaf, cuma mau meluruskan satu kata ajah. Takut artinya jadi beda, kan lebih ngga enak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Izmi</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/29/jakarta-memang-butuh-revolusi-budaya-2/#comment-2024</link>
		<dc:creator>Izmi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 03:20:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=279#comment-2024</guid>
		<description>Weewww ... keren banget nih pak artikelnya ... ;)

Setuju banget dengan usulan atas apa yang terjadi terutama di lingkungan pendidikan di Indonesia ini. Memang sudah saatnya "masyarakat “engage” dalam kegiatan pendidikan", karena dengan hal tersebut kualitas dan kuanitas pendidikan di Indonesia dapat ditingkatkan. 

Memang ngga mudah, tetapi ngga ada salahnya untuk memulai sesuatu demi perwujudan situsi ke arah masa depan yang lebih baik. 

Salam kenal Pak, saya Izmi. ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Weewww &#8230; keren banget nih pak artikelnya &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setuju banget dengan usulan atas apa yang terjadi terutama di lingkungan pendidikan di Indonesia ini. Memang sudah saatnya &#8220;masyarakat “engage” dalam kegiatan pendidikan&#8221;, karena dengan hal tersebut kualitas dan kuanitas pendidikan di Indonesia dapat ditingkatkan. </p>
<p>Memang ngga mudah, tetapi ngga ada salahnya untuk memulai sesuatu demi perwujudan situsi ke arah masa depan yang lebih baik. </p>
<p>Salam kenal Pak, saya Izmi. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: itsme231019</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/29/jakarta-memang-butuh-revolusi-budaya-2/#comment-2022</link>
		<dc:creator>itsme231019</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 22:27:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=279#comment-2022</guid>
		<description>salam.
wah, setuju-setuju. pendidikan karakter yang positif. " do what you said, and say what you mean" memang sederhana, tapi jika diaplikasikan akan menjadi sebuah energi karakter yang hebat. jujur saja, saya sendiri masih belajar untuk mengatakan apa yang saya inginkan, dan mengatakan apa yang saya maksud. tapi terkadang, saya suka salah dalam membahasakan keinginan saya sehingga ditafsirkan berbeda oleh orang lain apalagi orang itu punya budaya yang lain juga.
yang jelas, tulisannya cukup bagus. saya senang akan konten dari tulisannya yang "bergigi'.
salam dari ahmad, the voice from the desert.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam.<br />
wah, setuju-setuju. pendidikan karakter yang positif. &#8221; do what you said, and say what you mean&#8221; memang sederhana, tapi jika diaplikasikan akan menjadi sebuah energi karakter yang hebat. jujur saja, saya sendiri masih belajar untuk mengatakan apa yang saya inginkan, dan mengatakan apa yang saya maksud. tapi terkadang, saya suka salah dalam membahasakan keinginan saya sehingga ditafsirkan berbeda oleh orang lain apalagi orang itu punya budaya yang lain juga.<br />
yang jelas, tulisannya cukup bagus. saya senang akan konten dari tulisannya yang &#8220;bergigi&#8217;.<br />
salam dari ahmad, the voice from the desert.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ian</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/29/jakarta-memang-butuh-revolusi-budaya-2/#comment-2015</link>
		<dc:creator>ian</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 02:48:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=279#comment-2015</guid>
		<description>Michael Jubel:

IBRB sudah dalam perbincangan...untuk skrng JBRB dulu karena keterbatasan yg ada hehe :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Michael Jubel:</p>
<p>IBRB sudah dalam perbincangan&#8230;untuk skrng JBRB dulu karena keterbatasan yg ada hehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: michaeljubel</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/29/jakarta-memang-butuh-revolusi-budaya-2/#comment-2013</link>
		<dc:creator>michaeljubel</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 10:27:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=279#comment-2013</guid>
		<description>well, JBRB emang keren banget. IBRB kali ya.. hehe.. Indonesia butuh revolusi budaya.. hehe.. anyway, opini dikit sih.. hehe.. artikel ttg teknologi blum ada ya? hehe.. teknologi itu bagian dari budaya lho..

senang baca2 disini. salam kenal semuanya.

michaeljubel.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>well, JBRB emang keren banget. IBRB kali ya.. hehe.. Indonesia butuh revolusi budaya.. hehe.. anyway, opini dikit sih.. hehe.. artikel ttg teknologi blum ada ya? hehe.. teknologi itu bagian dari budaya lho..</p>
<p>senang baca2 disini. salam kenal semuanya.</p>
<p>michaeljubel.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nien</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/29/jakarta-memang-butuh-revolusi-budaya-2/#comment-2011</link>
		<dc:creator>nien</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 07:23:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=279#comment-2011</guid>
		<description>wah... seneng bisa nemu blog ini
tulisan manteb dari blog yg asik
&lt;i&gt;...pembangunan watak dan karakter anak bangsa...&lt;/i&gt;
walau agak keberatan juga ama istilah "corporate culture", kok terdengar sangat kapitalis, hehe :P
uhm... revolusi ya, bukan hanya reformasi?

btw ttg komite sekolah, di jogja berhasil mengusut korupsi si kepala sekolahnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah&#8230; seneng bisa nemu blog ini<br />
tulisan manteb dari blog yg asik<br />
<i>&#8230;pembangunan watak dan karakter anak bangsa&#8230;</i><br />
walau agak keberatan juga ama istilah &#8220;corporate culture&#8221;, kok terdengar sangat kapitalis, hehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /><br />
uhm&#8230; revolusi ya, bukan hanya reformasi?</p>
<p>btw ttg komite sekolah, di jogja berhasil mengusut korupsi si kepala sekolahnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iskandar2358</title>
		<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/29/jakarta-memang-butuh-revolusi-budaya-2/#comment-2009</link>
		<dc:creator>iskandar2358</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 15:18:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=279#comment-2009</guid>
		<description>Komentar mas aul betul, saya ganti deh istilahnya "corporate culture" menjadi "academic culture." how is that? Academic culture nampaknya lebih cocok untuk lingkungan sosial budaya sekolah. Ada senses of logic termuat di sana.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Komentar mas aul betul, saya ganti deh istilahnya &#8220;corporate culture&#8221; menjadi &#8220;academic culture.&#8221; how is that? Academic culture nampaknya lebih cocok untuk lingkungan sosial budaya sekolah. Ada senses of logic termuat di sana.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
