
Langkah pemerintah Indonesia dalam menaikan harga BBM dikarenakan tingginya harga minyak dunia melebihi APBN 2008 menimbulkan pro serta kontra di antara masyarakat. Beberapa pihak yang sejalan dengan pemikiran pemerintah menganggap langkah yang diambil sudah merupakan keputusan terbaik untuk saat ini, mengingat efek jangka panjang atas pemberian subsidi BBM akan memperkeruh kondisi perekonomian bangsa.
Namun tidak begitu dengan pihak yang menolak kenaikan BBM. Mereka menganggap seharusnya pemerintah bisa melihat kondisi rakyat yang terhimpit dengan kemiskinan yang akan semakin menderita atas dampak kenaikan BBM tersebut. Alhasil tak dapat dihindari berbagai aksi terjadi di dalam negeri. Mulai dari mahasiswa yang berdemo menolak kenaikan BBM, pengemudi angkutan umum yang mogok, hingga naiknya harga-harga kebutuhan pokok.
Demi meredam dampak kenaikan harga-harga tersebut, pemerintah mengeluarkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) secara bertahap. Kebijakan ini menurut saya adalah solusi yang miskin makna untuk rakyat miskin. Pembgia BLT sebagai pengalihan kenaian BBM dapat digambarkan bagaikan menuangkan air kedalam plastik yang bolong. Walaupun dapat dibilang uang sebesar Rp 300,000 sangat bermakna bagi rakyat miskin namun hal ini melupakan efek buruk yaitu terciptanya mental pengemis bagi masyarakat bangsa ini.
Mungkin pengalihan subsidi tersebut akan lebih bermakna dalam jangka panjang apabila secara deklamasi pemerintah menunjukan komitmennya dengan meningkatkan peluang usaha bagi rakyat miskin, diantaranya dengan pemberdayaan sumber daya dari kalangan menengah ke bawah. Hal ini harus didukung dengan menurunkan harga pada sektor-sektor strategis seperti biaya pendidikan disertai perangkat pendukungnya, meningkatkan kualitas transportasi publik, meningkatkan pemberadaan rumah murah bagi rakyat miskin yang tepat tujuan, dan keseriusan dalam mengembangkan produk dalam negeri demi mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang saat ini sudah terlupakan.
Sehingga bangsa ini lebih kaya solusi dalam mengambil keputusan.
Foto diambil dari sini.




5 Comments
June 21, 2008 at 12:19 pm
Bener banget !
BLT adalah solusi miskin makna !
Bantuan semacam ini yang bikin mental pengemis di kalangan masyarakat miskin di Indonesia menjadi-jadi. Trus, bantuan semacam itu pula yang banyak diselewengkan orang oknum-oknum ngga bertanggung jawab, sehingga ngga nyampe langsung ke tangan yang membutuhkan. Jadi, kesannya bantuan tersebut ngga merata. Padahal beda sama kenyataannya.
Hmmm ???
June 23, 2008 at 9:29 am
hi, ini nike
thanks yah udah dateng ke talkshow-nya
July 15, 2008 at 12:43 pm
Menurut saya!dengan adanya BLT,tidak dapat menyelesaikan kemiskinan di indonesia.Karena dengan adanya BLT malah menjadikan rakyat BERGANTUNG dengan adanya bantuan tersebut!dan lebih baik di adakan penambahan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.jadi dengan adanya PENAMBAHAN LAPANGAN KERJA rakyat miskin dapat penghasilan yang tetap.trims.
July 26, 2008 at 12:14 pm
BLT (bantuan langsung tunai)…
seharusnya BLT dapat membantu rakyat kita untuk menambah pemasukkan mereka, tapi apa cukup dengan hanya uang sebanyak itu bisa menanggulangi dampak kemiskinan. apa pemerintah tidak tau bahwa dengan menaikkan harga bbm membuat semua harga barang menjadi naik, hal itu membuat jumlah uang blt yang mereka terima terasa begitu kecil…mana lagi adanya penyelewangan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab…(mungkin oknum-oknum itu tidak diajarkan tentang arti rasa kemanusiaan kali ya)
ayo dong cari jalan keluar yang laen……
October 20, 2008 at 12:52 pm
blt membuktikan bahwa negara kita kaya,sampek-sampek negara bingung mau dikemanain uang negara yang banyak akhirnya dibikin lah program blt.tapi dengan blt membuat bangsa kita bermental pengemis dengan hanya menunggu cairnya dana blt.inilah contoh negara yang salah atur!