January 10, 2008 • 11:25 am
Sebenarnya saya masih ingin membahas Korean Pop industry sebagai lanjutan posting Perubahan Lanskap Bisnis (1): Kpop. Tapi kebetulan saya mendapati sebuah video dokumenter yang menarik tentang fenomena lain namun masih seputar Negeri Ginseng. Kali ini berkaitan dengan pendidikan, kasus khususnya bidang bahasa Inggris.
Dengan kasat mata pun kita bisa melihat bahwa Korea telah mencpai tingkat pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi. Kok bisa, ya?
Filed under: Obrolan Santai, Pemikiran, Surat dari Amerika , English Village, Pendidikan, TK berbahasa Inggris
December 21, 2007 • 10:32 am
Happy New Year Fear 2008!
Dalam 10 hari 45 menit satu angka terakhir tahun di pojok kanan bawah layar komputer kita akan berubah dari “7″ menjadi “8.” Ya, tidak terasa sudah berganti tahun lagi. Wooo, tapi tunggu dulu, apa memang benar tidak terasa? Kalau sampai tidak terasa berarti tahun 2007 ini sia-sia, donk?
Dan semakin saya meneruskan tulisan ini, hitungan mundurnya semakin kecil, dari tepatnya 10 hari 45 menit mungkin sekarang tinggal 10 hari 41 menit.
Anyway, mungkin banyak dari kita yang akan mempersiapkan Resolusi 2008. Semoga harapan teraih dan impian jadi kenyataan, tapi jangan lupa usahanya!
Buat saya, masih sebagai sekuel dari tahun- tahun sebelumnya, satu tema di tahun ini: Apa itu?
Filed under: Obrolan Santai, Surat dari Amerika , fear, happy new year 2008, resolusi
December 7, 2007 • 11:38 am
Peringatan: Posting cukup panjang
Jaman sekarang hampir semua hal sudah diharapkan untuk dapat diintegrasikan satu sama lain. Alat komunikasi bukan lagi telpon engkol milik Bung Karno dulu. Bukan juga sebatas handphone Nokia 3310. Everything is beyond imagination. Sebuah handphone sekarang sudah dilengkapi kemampuan seperti sebuah digital camera, MP3 player, digital organizer, bahkan semakin mendekati sebuah portable computer. Lanskap bisnisnya telah berubah dari hanya bisnis alat komunikasi menjadi bisnis perangkat elektronik pribadi terintegrasi. Tapi bukan itu yang ingin saya sentuh di posting ini, melainkan bisnis hiburan.
Ya, bisnis hiburan dan tepatnya Korean showbiz industry. Read the rest of this entry »
Filed under: Obrolan Santai, Pemikiran, Surat dari Amerika
November 16, 2007 • 5:27 am
Joko: Ndro, tau gak loe tanggal 28 Oktober tuh diperingati sebagai hari apa?
Hendro: Mene ketehe’. Tergantung harinya lah, minggu ato senen. Emangnya tanggal segitu hari apa?
Joko: Wah parah loe…Tanggal 28 Oktober tuh Hari Sumpah Pemuda. Gitu aja kagak tau loe. You suck, man!
Hendro: Sumpe loe?!?
Joko: It’s not Sumpe Loe, but Sumpah Pemuda!
Terlepas dari benar-benar terjadi atau tidaknya percakapan di atas, tapi itulah gambaran kasar percakapan generasi Milenium kita, meski nama mereka lebih mencerminkan nama-nama generasi X. Pertanyaannya memang bisa jadi, “Apakah Sumpah Pemuda masih relevan di era globalisasi sekarang ini?”. Saat ini bahasa Inggris sudah seperti Bic Mac dkk (hamburger) yang yang dulunya dianggap makanan mewah namun sekarang sudah hampir sekelas bakso urat. Baca terus yuk!
Filed under: Obrolan Santai, Pemikiran, Surat dari Amerika , bahasa gaul, commonwealth, generasi milenium, generasi X, negara gaul, sumpah pemuda, tagline
October 23, 2007 • 7:28 pm
“Moving You Forward“
Kenal kan dengan logo di samping? Ya, Toyota adalah salah satu global brand buatan Jepang. Sebuah merek yang merupakan perwujudan dari semangat dan kualitas Jepang. Sebuah merek yang memutar balikkan keadaan dari Jepang yang diporak-porandakan Amerika di Perang Dunia II menjadi Jepang yang membuat perusahaan-perusahaan otomobil Amerika hampir gulung mesin.
Toyota hanyalah satu dari sekian banyak merek made in Japan yang menjulangkan kejayaan di seluruh dunia. Kejayaan yang terwujud dari semangat tak kenal menyerah. Kenyataannya, orang Jepang memang terkenal sebagai pemikir dan pekerja keras dan cerdas. Banyak sudah ide brilian yang dihasilkan dan bertebaran di seluruh dunia. Lihat saja produk-produk inovatif lainnya seperti Honda, Sony, Nintendo, Kao, Pocari Sweat, sampai snack Megumi Minori. Lihat pula ide-ide aneh bin ajaib mereka macam Moving Forward here
Filed under: Moral dan Budaya, Obrolan Santai, Pemikiran, Surat dari Amerika , Dr. Deming, hybrid, Kaoru Ishikawa, kualitas diri, perilaku konsumen, revolusi budaya, Total Quality Management, Toyota
October 11, 2007 • 9:35 am
Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbesar di dunia. Menurut data biro sensus Amerika, perkiraan jumlah penduduk Indonesia di tahun 2010 mencapai 242,968,342 yang menempatkan kita di urutan ke-empat negara berpenduduk terbanyak di dunia. Angka ini sedikit di atas Proyeksi Penduduk Indonesia oleh BPS, BAPPENAS, dan UNFPA yang memperkirakan penduduk Indonesia akan sebanyak 233,477,400 di tahun yang sama. Tiga negara di ranking teratas (Cina, India, dan Amerika Serikat) adalah mereka yang selain bersaing dalam jumlah penduduk juga bersaing dalam berbagai bidang strategis di dunia. Cina telah berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. India kini semakin ngebut dengan berbagai pengembangan teknologinya. Amerika sendiri, selain berusaha agar tidak sampai keteteran di arena balap dunia, tampaknya semakin gencar melakukan manuver politik untuk mendukung bidang-bidang lain. Amerika, Cina, India, dan negara-negara maju lainnya bersaing sekuat tenaga untuk menjadi pemimpin era globalisasi.
Di era globalisasi ini segala sesuatu bisa dilakukan dengan cepat dari dan ke mana saja. Saat konsumen di Amerika menelpon customer service suatu perusahaan, kemungkinan besarnya adalah telepon mereka akan dijawab oleh seorang petugas call center yang berlokasi di India. Berita gempa di Indonesia segera tersiar di CNN dalam kurang dari 12 jam. Produk furnitur dari Jogja pun sudah banyak menghiasi kota London. Apa lagi yang tidak bisa kita lakukan di jaman internet ini? Membaca berita, membeli buku, menyaksikan pertandingan sepakbola, bahkan mencari jodoh pun sekarang bisa dilakukan melalui internet. Semuanya sudah seperti Dji Sam Soe, menembus batas! Kita pun tak ingin ketinggalan menjadi salah satu peserta globalisasi. Read the rest of this entry »
Filed under: Opini Publik, Pemikiran, Surat dari Amerika , franchise, globalisasi, globalization, Nasi Pecel, Pangesti Wiedarti, pasar global, penduduk indonesia, Proyeksi Penduduk Indonesia, The World is Flat
October 8, 2007 • 8:04 am
Masih ingat permainan Cublek-Cublek Suweng atau dongeng Ande-Ande Lumut? Dua itu adalah beberapa dari warisan budaya tanah air yang sudah mulai tergerus jaman seiring makin seringnya lapisan bumi kita terguyur banjir. Permainan tradisional dan dongeng-dongeng lain pun semakin tipis tersisa di otak kita yang kini sudah dipenuhi oleh iPod, Paris Hilton, dan produk-produk milenium lainnya. Bagaimana pula dengan sejarah dalam buku PSPB yang kini telah berganti nama itu? Mungkin generasi muda kita juga sudah mulai melupakan cerita-cerita tentang bagaimana berkobarnya semangat para pahlawan berjuang memerdekakan negeri ini. Lebih parahnya, bahkan mungkin tidak hanya ceritanya tapi juga nama-nama para pahlawan negeri ini telah terhapus dari ingatan kita. Apakah ini menandakan kita mulai kehilangan semangat kebangsaan kita?
Tampaknya hal ini bukan hanya terjadi pada generasi muda kita melainkan juga pada generasi sebelum kita. Namun sebelum mencoba mengusik semangat kebangsaan generasi di atas kita, mari kita tengok kembali sebuah cerita seorang pahlawan yang cukup menarik dari Tanah Rencong. Ya, siapa yang tak kenal dengan Teuku Umar? Well, mungkin saja ada, tapi saya yakin hampir semua murid SD tahu siapa dia. Sejarah perang yang pernah dijalani Teuku Umar pastinya sudah banyak yang tahu. Saya tak akan menceritakan hal itu lagi karena memang bukan hal itu yang menggelitik nurani saya saat mendengarkan penjelasan seorang guru sejarah saat saya masih di sekolah dulu. Read the rest of this entry »
Filed under: Pemikiran, Surat dari Amerika , Jakarta, kebangsaan, kompeni, mafia berkeley, pahlawan, revolusi budaya, teuku umar
September 30, 2007 • 9:11 am
Tanggapan atas Bab I : Pendahuluan (oleh Aan)
Saya merupakan salah satu produk sistem pendidikan Indonesia yang tamat dan lulus SMU tahun 2003. Saya merasa Angkatan ‘03 adalah angkatan yang multi dimensi, atau kalau boleh juga disebut Angkatan Percobaan. Bukan tanpa alasan, tapi kalau kita tengok kembali rasanya banyak sekali perubahan sana-sini pada Angkatan ‘03 tersebut. Mungkin beberapa hal yang akan saya tuliskan ini pernah terjadi di angkatan-angkatan sebelumnya.
Hal-hal penting tersebut di antaranya:
- Perubahan sistem UMPTN menjadi SPMB yang berlaku sejak tahun 2001 yang berarti tahun masuknya Angkatan ‘03 di bangku SMA.
- Perubahan sistem Cawu menjadi Semester di sebagian besar wilayah Indonesia. Angkatan ‘03 secara otomatis mengalami dua sistem pembagian waktu belajar yang berbeda (kelas 1 dan 2 sistem Cawu, kelas 3 sistem Semester). Read the rest of this entry »
Filed under: Pemikiran, Pendidikan, Surat dari Amerika , indonesia, murid, Pendidikan, sekolah
September 28, 2007 • 9:40 am
Bulan Ramadhan identik dengan kesabaran. Orang sabar disayang Tuhan. Tetapi, untuk menjadi orang yang sabar bukanlah suatu hal yang mudah. Mengapa tidak mudah karena tampaknya yang lebih mudah adalah menjadi marah. Maka dari itu yang ingin saya bahas dalam debut saya ini adalah tentang Anger Management. Di sekolah bisnis saja ada Operational Management, yang intinya belajar agar bisa menjalankan fungsi operasional dengan baik dengan sumber- sumber yang ada. Maka Anger Management bertujuan agar kita bisa mengendalikan kemarahan kita menjadi hal yang positif.
Anger (kemarahan) merupakan salah satu potensi manusia. Umumnya semua orang sudah sadar bahwa mereka memiliki potensi ini. Tapi baru sedikit yang bisa mengaplikasikan Anger Management. Jeleknya, kalau potensi ini sedang keluar, bahkan bukan hanya orang yang marah tidak bisa me-manage anger-nya, tapi justru dirinya yang dikontrol oleh anger-nya sendiri. Nah ini yang bahaya. Read the rest of this entry »
Filed under: Obrolan Santai, Pemikiran, Surat dari Amerika , anger, management, marah
What People Have Said