Berinvestasi Melalui Membaca
Benarkah bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak suka membaca? Pernahkah terpikir oleh Anda bahwa menghabiskan waktu di perpustakaan adalah hal yang membosankan? Apakah Anda meluangkan waktu setiap harinya untuk membaca? Membaca yang dimaksud di sini jelas bukan berarti membaca komik maupun novel romantis, melainkan buku yang kaya akan ilmu pengetahuan (contoh: buku akademis dan biografi) dan koran.
Sewaktu kecil, kita semua tentu tak asing dengan kalimat “buku adalah jendela dunia,” kita diajarkan bahwa manfaat dari membaca itu sangat besar. Sayangnya, kita seringkali lebih memberi porsi yang lebih besar bagi bacaan non-akademis daripada bacaan akademis. Kita tahan menyelesaikan membaca Harry Potter yang tebalnya lebih dari 500 halaman dalam 1-2 hari, sementara untuk membaca satu bab saja dari buku akademis kita bisa menghabiskan waktu berminggu-minggu. Porsi yang jauh lebih besar juga kita berikan kepada kegiatan lain, seperti bermain playstation, yang tidak memberikan manfaat lain selain hiburan. Lantas apa hubungan antara membaca dengan berinvestasi?
Baca Terus!
Banjir Lagi Banjir Lagi
Prahara itu datang lagi. Hujan deras yang mengguyur kota Jakarta dan sekitarnya mulai dari 31 Januari 2008 sampai 1 Januari 2008 kembali menyebabkan bencana banjir yang praktis melumpuhkan segala aktivitas di ibu kota Indonesia ini. Penduduk setempat hanya bisa menghela napas melihat air yang menggenangi rumah mereka, jalan-jalan besar, hingga bandara internasional Soekarno Hatta. Air dengan cepat menggenangi beberapa jalanan utama ibukota, mulai dari MH Thamrin, Sudirman, RE Martadinata, DI Panjaitan hingga Gatot Subroto. Lalu lintas ibu kota mati total. Pohon-pohon bertumbangan, lampu lalu lintas pun mati dengan “manisnya.” Kemacetan yang sebenarnya sudah merupakan santapan sehari-hari warga Jakarta semakin menjadi-jadi di saat banjir seperti ini. Bus TransJakarta yang diharapkan sebagai alternatif demi menghindari kemacetan pun tidak bisa beroperasi. Kebanyakan dari bus-bus ini harus berhenti di depan terminal Sarinah dan mengakibatkan TransJakarta menderita kerugian ratusan juta rupiah. Sementara kereta api sebagai alternatif terakhir pun tidak bisa digunakan karena relnya sendiri sudah tertutup air.
Penduduk di daerah yang langganan banjir seperti kawasan Petamburan, Kelapa Gading, dan Kampung Melayu pun mengeluarkan keluh kesah mereka lewat radio dan televisi karena merasa Pemprov DKI lambat dalam melakukan usaha penyelamatan warga yang rumahnya terendam banjir dan pendistribusian makanan ke korban-korban banjir. Keadaan diperparah dengan dimatikannya 999 gardu listrik secara sengaja oleh PLN demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan hal ini berujung pada kerugian milyaran rupiah bagi PLN. Sebagai bonus untuk melengkapi paket kombo ini, daerah penopang Jakarta, seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang pun turut terendam banjir.
Daerah yang paling parah terendam adalah jalan tol menuju bandara Soekarno Hatta, dimana air mencapat ketinggian lebih dari satu meter. Jalan tol pun ditutup, banyak sekali penumpang yang bahkan harus menginap di mobilnya karena mobil mereka tidak mampu lagi melaju ke arah bandara maupun untuk memutar balik. Kondisi di bandara Soekarno Hatta sendiri setali tiga uang, lapangan lepas landas pun terendam air, jarak pandang sangat minim, sehingga 233 penerbangan domestik maupun internasional dibatalkan yang berujung pada penumpukan calon penumpang yang marah di terminal-terminal bandara. Baca Terus!
Cepat Bilang “I Love You” kepada Orang Tua Anda
Artikel ini sedikit berkaitan dengan membahagiakan orang tua. Sebagai manusia yang normal tentu orang tua kita ingin memiliki kebahagiaan dan indahnya perasaan dicintai. Fokus pembahasan sengaja ditujukan ke orang tua karena beberapa hal tertentu yang akan dibahas di bagian akhir artikel ini. Lantas, apa yang dimaksud dengan membahagiakan orang tua? Apa pula pentingnya membahagiakan orang tua?
Kita dapat membagi cara membahagiakan orang tua menjadi dua cara:
1. Melalui Tindakan Konkrit
Membahagiakan orang tua tidak semata-mata berarti kita harus membelikan mereka hadiah atau semacamnya. Kita bisa memulai dengan hal-hal sederhana seperti berprestasi di sekolah atau universitas yang jelas akan membuat mereka merasa bangga, memberikan perhatian lebih, menunjukkan sikap hormat, mendoakan mereka, dan sebagainya. Say, I Love You
Dilarang Pindah ke Jakarta
Sudah seharusnya apabila Jakarta sebagai suatu settlement memiliki residential function, labor function, dan service function. Settlement yang saya maksud di sini adalah gabungan dari beberapa area yang memiliki kesamaan sejarah, budaya dan tradisi, serta memiliki homogenitas geografis dan demografis. Sayangnya, kita semua menyaksikan bahwa perlahan-lahan Jakarta mulai kehilangan ketiga fungsi tersebut. Sebenarnya ada banyak sekali faktor yang turut berkontribusi terhadap masalah ini, namun saya ingin memberikan fokus lebih kepada besarnya skala arus urbanisasi ke Jakarta.
Deskripsi urbanisasi bukanlah semata-mata perpindahan penduduk dari desa ke kota seperti yang telah kita pelajari di bangku sekolah, saya lebih suka mendeskripsikan urbanisasi sebagai perpindahan menuju pusat dari suatu gravity zone. Gravity zone sendiri merupakan lingkup settlement yang masih berada dalam pengaruh suatu settlement besar. Seperti yang kita saksikan sendiri, Jakarta dan beberapa kota lain di pulau Jawa memiliki gaya tarik yang sangat besar, alokasi dana pembangunan yang tidak seimbang menyebabkan terjadinya kesenjangan pembangunan dia antara kota-kota besar di pulau Jawa, khususnya Jakarta, dengan kota-kota lain di luar pulau Jawa. Saya jadi bingung, untuk apa sewaktu SD dulu saya capek-capek menghapalkan isi delapan jalur pemerataan yang mana salah satu isinya adalah hasil-hasil pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia? Baca terus



