Jakarta Butuh Revolusi Budaya!

Contributors

Posted by guebukanmonyet on October 10th, 2007

Guebukanmonyet

Guebukanmonyet adalah seorang yang mencintai kehidupan. Ia sadar bahwa dirinya sangat tidak sempurna dan oleh karena itu ia selalu berusaha untuk terus belajar dan belajar. Ia sangat gemar berolah raga serta membaca buku dan majalah. Ketika ia masih kuliah ia sangat mencintai dunia pemasaran dan sumber daya manusia namun sekarang ia justru menggandrungi ilmu politik dan budaya. Guebukanmonyet adalah seorang pencinta binatang terutama anjing berukuran besar seperti labrador, mastiff, dan great dane. Guebukanmonyet memulai blog ini dengan satu keyakinan tinggi bahwa Jakarta dan Indonesia memang butuh Revolusi Budaya. Kunjungi blog pribadinya di sini. Baca artikel-artikel guebukanmonyet di sini.

Rusdi Indradewa (Udiot)

rusdi.jpgIa adalah seorang ahli Akuntansi yang tertarik untuk masuk ke dunia sosial, politik, dan budaya di masa depan. Ia dikenal oleh teman-teman terdekat sebagai sosok yang supel dan sangat religius. Ia punya hobi membaca buku, bermain sepak bola dan basket, serta bersosialisasi guna mendapat teman baru. Bersama Gilang dan ketiga teman lainnya Rusdi sempat mendirikan sebuah komunitas sosial bernama MorePower Indonesia yang telah berhasil mengadakan banyak kegiatan training di beberapa kampus dan perusahaan di Jakarta. Saat ini, selain menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta di bidang telekomunikasi, ia juga menjalankan sebuah bisnis restoran di kawasan Jakarta Selatan. Alasan ia turut bergabung dalam JBRB adalah karena kepeduliannya yang tinggi terhadap masalah kemiskinan dan kebodohan yang dialami oleh sebagian besar masyarakat di Jakarta. Ia percaya Revolusi Budaya memang jalan satu-satunya untuk merubah Jakarta menjadi sebuah kota yang disegani. Kunjungi blog Rusdi di sini. Baca tulisan-tulisan Rusdi di sini.

Andri Gilang

gilang.jpgAndri Gilang dikenal sebagai sosok yang pendiam dan agak sulit ditebak. Ia merupakan salah satu lulusan terbaik dari Universitas Trisakti Fakultas Ekonomi. Selama berkuliah ia aktif menjadi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa dan bersama teman-temannya mendirikan sebuah komunitas sosial bernama MorePower Indonesia. Lulus S1 pada tahun 2006 sekarang ia melanjutkan studi di Australia setelah mendapat beasiswa dari salah satu Departemen di Indonesia. Ia mengaku gemar bertemu orang baru dan menjalin persahabatan dengan mereka. Ia tergila-gila dengan ilmu keuangan dan punya cita-cita untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses di masa yang akan datang. Harapannya, Jakarta dapat terus berkembang maju melalui Revolusi Budaya dan meningkatan kualitas sumber daya yang ada. Suatu hal yang menurutnya mungkin terjadi. Gilang bisa dikunjungi di blog pribadinya di sini. Baca juga artikel-artikel Gilang di sini.

Ian Badawi

ianSelepas SMU ia pernah mengenyam pendidikan di ITS jurusan Statistika. Namun belum sampai selesai, ia memutuskan untuk hijrah ke Amerika Serikat. Saat ini Ian sedang menyelesaikan kuliah undergraduate di Robert H. Smith School of Business, University of Maryland jurusan Akuntansi. Setelah menamatkan S1-nya, ia berharap segera dapat mengikuti ujian CPA dan menjadi seorang Public Accountant. Hobinya adalah memasak dan makan durian. Juventus merupakan tim sepak bola favoritnya dan ia mengaku takut ketinggian serta air. Ia juga tidak suka kecoa! Untuk mengetahui lebih banyak tentang Ian, bisa buka blog pribadinya di sini. Harapan Ian untuk Jakarta dan Indonesia adalah perbaikan kesejahteraan bagi rakyat miskin, dan baginya Revolusi Budaya adalah solusinya. Baca artikel-artikel Ian di sini.

Reza Ramadhani (Dejong)

bethesda-031.jpgLulus dari American University School of International Studies di bidang International Development, ia kemudian meniti karir di dunia TV Broadcasting sebagai Production Assistant dan Reporter. Kini ia sedang menjalankan program D3 di Montgomery College jurusan Graphic Design sebelum meneruskan studi S2-nya. Reza memiliki cita-cita untuk membuka dan mengembangkan sebuah sekolah Taman Kanak-Kanak di Jakarta. Reza sangat senang berkenalan dengan orang dan budaya baru. Travelling, mencicipi makanan, dan sightseeing adalah hobinya disamping bersosialisasi dan menonton film. Sebagai duta Indonesia di luar negeri, ia ingin memperkenalkan Indonesia sebagai bangsa modern yang masih tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional.

Setelah menyelesaikan studinya, ia berharap bisa kembali ke ibukota Jakarta dan memulai karirnya di bidang edukasi usia dini. Harapannya untuk generasi muda Jakarta adalah agar mereka dapat menjadi generasi yang lebih dari sekedar MTV-metro/ubersexual-fashionista generation dan mulai membangkitkan nilai-nilai budaya Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Ditanya mengenai Revolusi Budaya untuk Jakarta, ia menjawab, “Sekarang juga!” Baca tulisan Dejong di sini.

Sherwin Tobing

untitled-2.jpgDikenal di dunia maya dengan nama Yuki Tobing, ia adalah seorang mahasiswa di Waseda University, Jepang yang sedang mendalami jurusan hubungan internasional dan ilmu politik. Ia adalah pecandu berat caffeine yang memiliki hobi bermain basket dan membaca buku. Ia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang diplomat bagi Indonesia karena kerinduannya yang mendalam untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional. Saat ini, ia sedang mengikuti program pertukaran pelajar selama satu tahun di Corvinus University of Budapest, Hongaria. Ia berharap generasi muda Jakarta mau merubah diri mereka dan belajar untuk menyumbangkan sesuatu yang berarti bagi kotanya. Kepada orang-orang yang bersikap pesimis, ia katakan, “Revolusi budaya akan mengubah segalanya.” Kunjungi blog pribadinya di sini. Baca artikel-artikel Sherwin di sini.

Anggie Naditha Oktanesya

anggieSetelah lulus dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, ia bekerja untuk sebuah kantor hukum di Jakarta. Selama berkuliah, ia aktif di Asian Law Students’ Association (ALSA) dan beberapa kali mewakili kampusnya dalam Kompetisi Peradilan Semu (MCC). Isu-isu seputar gender dan Hukum Internasional, khususnya HAM dan Humaniter, sangat menarik perhatiannya. Oleh karena itu, ia masih memendam cita-cita untuk menjadi seorang diplomat atau bekerja di bidang HAM dan Humaniter. Saat ini, ia mulai menaruh perhatian pada masalah sosial dan lingkungan hidup. Kecintaannya pada dunia tulis menulis dan jurnalistik dimulai sejak menjadi bagian tim redaksi Buletin Badan Perwakilan Mahasiswa dan kontributor ALSA Newsletter. Melalui tulisannya, ia berharap dapat memberikan ilmu dan dampak positif pada masyarakat, sehingga Revolusi Budaya dapat tercapai.